Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Riau

Wah.., Harga Telor di Kuansing Capai Rp50 Ribu per Papan

Wah.., Harga Telor di Kuansing Capai Rp50 Ribu per Papan
Senin, 30 Juli 2018 11:33 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengeluhkan tingginya harga telor ayam. Satu butir telur dijual dengan harga Rp2000 dan satu papannya Rp50 ribu.

Seperti yang diutarakan oleh Tini, warga Telukkuantan, Senin (30/7/2018) pagi. Ia mengeluh dengan melambungnya harga bahan pokok.

"Telor mahal, gitu juga dengan ayamnya. Serba mahal sekarang ni," ujar Tini. Untuk harga ayam, ia membeli dengan harga diatas Rp30 ribu per Kg.

Senada dengan itu, Banun, warga Kuansing yang lain, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia berharap, pemerintah punya solusi agar harga kembali normal seperti semula.

"Harga karet dan harga sawit murah, tapi bahan-bahan pokok sangat tinggi. Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah," ujar Banun.

Menanggapi keluhan masyarakat ini, Tarmis selaku Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian UKM Kuansing menyatakan naiknya harga telor dan ayim dikarenakan terbatasnya pasokan dari produsen.

"Pasokan terbatas, sementara permintaan banyak. Itu jadi pemicu naiknya harga telur dan ayam," ujar Tarmis.

Dikatakan Tarmis, ayam dan telor yang masuk ke Kuansing berasal dari Sumatera Barat dan Pekanbaru.

Untuk harga daging kerbau, lanjut Tarmis, senilai Rp130 per Kg. Kendati harga bahan pokok melambung, Tarmis menyatakan masih dalam ambang batas terkendali.

"Kalau memang tidak terkendali, kita akan lakukan operasi pasar. Tapi, untuk saat ini masih terkendali," ujar Tarmis. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww