Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
5
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
6 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
6
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Home  /  Berita  /  Riau

Harga Kelapa di Kuala Kampar Makin Merosot, Jatuh hingga Rp750 Per Butir

Harga Kelapa di Kuala Kampar Makin Merosot, Jatuh hingga Rp750 Per Butir
Jum'at, 10 Agustus 2018 22:04 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Harga kelapa di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan semakin merosot dalam beberapa bulan terakhir ini. Petani sentra produksi kelapa di Pelalawan semakin menjerit.

Harga jual kelapa yang sebelumnya masih dikisaran Rp 1.100, kini hanya dihargai Rp 750 per butir.

“Sekarang malah Rp 750 per butirnya. Jauh sebelum bulan puasa harga semakin jatuh,” sebut Wanandy, kepada GoRiau, Jumat (10/8/2018).

Diungkapkan pemuda asal Kuala Kampar ini, kondisi ini tidak menguntungkan petani kelapa. "Normalnya harga kelapa Rp 1.800 hingga 2.500 per butir. Tapi dengan harga saat ini sangat merugikan petani,” ujar Wanandy.

Selama ini, petani kelapa di Kuala Kampar menjual hasil panennya ke Pulau Sambu. Dalam setahun, setidaknya petani bisa memanen antara 3 hingga 4 kali per tahun.

"Untuk sentra petani kelapa di Kuala Kampar ada beberapa desa, yakni Desa Sokoi, Sungai Mas, Tanjung Sum, Teluk Bakau, Teluk Beringin dan sebagian Kelurahan Teluk Dalam," tandas Wanandy. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww