Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
21 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
15 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
18 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
18 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Riau

Sungai Kampar Surut, Speedboat Tak Bisa Merapat ke Dermaga Pulau Muda, Penumpang Berlumpur 

Sungai Kampar Surut, Speedboat Tak Bisa Merapat ke Dermaga Pulau Muda, Penumpang Berlumpur 
Selasa, 14 Agustus 2018 14:13 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Akibat air sungai surut, speedboat tak bisa merapat ke dermaga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat, terutama penumpang speedboat.

Pasalnya, speedboat menjadi satu-satunya sarana transportasi jalaur air yang digunakan oleh masyarakat setempat. Namun ketika air surut, speedboat tak bisa merapat ke dermaga dan menjadi persoalan.

"Ketika air surut, speedboat tak bisa merapat ke dermaga. Jadi, penumpang terpaksa turun dan melumpur," kata Nazaruddin Arnazh, Selasa (14/8/2018).

Dikatakannya, konstruksi dermaga Desa Pulau Muda, hanya berupa kayu tiang pancang tempat dimana kapal atau speedoat dapat bertambat untuk bongkar muat barang.

"Jadi, ketika air surut, speedboat tak bisa merapat. Penumpang ataupun barang harus diturunkan jauh di tengah dan berlumpur-lumpur naik ke darat," ungkapnya.

Disampaikan Nazaruddin Arnazh, pihak perusahaan yang berada di wilayah operasionalnya diminta untuk membangun dermaga apung yang panjangnya sekitar 30 meter.

"Tentu kita minta kepedulian perusahaan, untuk membangun dermaga apung di Pulau Muda. Jadi ketika air surut, speedboat tetap bisa merapat ke dermaga, penumpang juga tak harus turun dan berlumpur," ujarnya.

Ketua Fraksi PAN ini mengatakan, dermaga apung berguna untuk aktivitas naik dan menurunkan penumpang ke atas kapal motor khusunya speedboat.

"Tentu konstruksinya juga harus disesuaikan dengan kondisi lokasi, karena jalur Sungai Kampar ini juga lintasan ombak Bono," pungkasnya, kepada GoRiau. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww