Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
24 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Riau

Pria Ini Bernama Aman karena Lahir 17 Agustus 1945, Begini Kisahnya

Pria Ini Bernama Aman karena Lahir 17 Agustus 1945, Begini Kisahnya
Aman (kanan) foto bersama Dedi Putra SHI Ketua Fraksi PPP DPRD Kepulauan Meranti
Rabu, 15 Agustus 2018 19:24 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Memiliki tanggal lahir unik atau cantik, memang menjadi impian sebagian orang. Tak sedikit pula memutuskan melakukan operasi cesar pada tanggal unik untuk kelahiran sang buah hati.

Tanggal cantik untuk kelahiran, biasanya dikaitkan pula dengan perayaaan pada tanggal yang sama. Misal lahir bertepatan dengan hari sumpah pemuda, hari lahirnya pancasila, hari kartini, dan sebagainya.

Tapi, bagaimana pula tanggal lahir yang sama persis dengan usia negara Republik Indonesia. Tanpa ada perencanaan dari awal, tanpa operasi cesar, seorang warga Kepulauan Meranti lahir normal pada tanggal 17 Agustus 1945. Namanya Aman. Laki-laki seusia dengan Republik Indonesia ini lahir di Serapung, 73 tahun yang silam.

Sekarang ia tinggal di Jalan Suak Baru, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.

Saat berbincang-bincang dengan GoRiau, Rabu (15/8/2018), Aman mengaku tak ada maksud apa-apa di balik namanya itu. Katanya, nama tersebut hanya pemberian orang tuanya setelah ia lahir ke dunia.

Dari cerita orang tuanya, diakui Aman, saat ia lahir, sang bidan bergumam 'negeri kita sudah aman'. Sebab, saat itu Indonesia telah dinyatakan merdeka. Kata-kata 'aman' itu pula akhirnya digunakan untuk nama.

"Saat emak saya hamil, masih belum aman. Ketika mendengar bunyi kapal terbang, mereka lari berhamburan," kata Aman.

Hingga kini, Aman selalu meneteskan air mata setiap peringatan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia. Ia merasa sedih tatkala mengingat di tanggal itu pula lah ibu nya berjuang hidup dan mati ketika melahirkannya.

"Saya sedih mengingatkan emak saya. Ia sibuk ke sana kemari ketika melahirkan saya. Jadi setiap perayaan (17 Agustus-an) saya selalu meneteskan air mata," cerita Aman sambil menangis.

Sesuai namanya itu, Aman berdoa agar negeri ini (Indonesia-red) aman, tenteram, dan makmur.

Ketika ditanya apakah pernah mendapat bantuan dari berbagai pihak karena memiliki tanggal lahir sama dengan kemerdekaan RI, kata Aman belum ada.

Kini aman yang telah memiliki 8 orang anak, 27 cucu, dan 5 orang cicit ini menghabiskan hari sebagai nelayan tradisional. Usia nya yang sudah menginjak kepala 7 (73 tahun-red) tak menjadi penghalang ia melaut. Aman pun sering mencari rezeki tanpa ditemani anak maupun cucu.

"Alhamdulillah tuhan masih memberi kesehatan dan mengizinkan saya untuk mencari ikan," tutur Aman. ***‎

Kategori:PON, Riau
wwwwww