Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Riau

Kasus Pembobolan Dana Nasabah PD BPR Dana Amanah Sebesar Rp444 Juta Dimungkinkan Ada Tersangka Baru

Kasus Pembobolan Dana Nasabah PD BPR Dana Amanah Sebesar Rp444 Juta Dimungkinkan Ada Tersangka Baru
Kamis, 16 Agustus 2018 11:29 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan terus mengusut kasus pembobolan rekening nasabah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Dana Amanah Pelalawan. Pembobolan merugikan negara hingga Rp444 juta.

"Penyidikan akan terus berjalan, bisa saja kalau ada yang lain (tersangka baru, red)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan, Teddy Ardian, dikonfirmasi GoRiau, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, kasus pembobolan dana nasabah tersebut terus didalami oleh penyidik. "Sedang kita dalami, kalau memang ditemukan alat bukti baru, bisa saja akan ada tersangka lain," tandas Kasat Reskrim.

Sebelumnya polisi telah menangkap dan menahan seorang teller berinisial NAP alias Nadya (28), Minggu (12/8/2018) lalu. Motif tersangka dalam membobol uang nasabah sebesar Rp444 juta, pada tahun 2015 hingga 2016 saat tersangka bekerja sebagai teller di PD BPR Dana Amanah Pelalawan.

"Saat menjabat sebagai teller, tersangka ada melakukan penarikan tunai dana nasabah atas nama TS Ulyah sebanyak 22 kali dengan total Rp 435.950.000," ungkap Kasat Reskrim.

Kemudian, pada saat nasabah TS Ulyah akan melakukan penarikan tunai pada rekening miliknya ternyata saldonya sudah tidak ada lagi. Pemilik mempertanyakan hal itu kepada pihak bank.

"Setelah dicek, diketahui telah terjadi penarikan tunai atas nama TS Ulyah sesuai slip bukti penarikan. Namun nasabah yang bersangkutan merasa tidak pernah melakukan penarikan sejumlah tersebut," bebernya.

Dijelaskan Kasat Reskrim lagi, kemudian pimpinan BPR Dana Amanah melakukan audit internal khusus di bank tersebut dan melakulan introgasi terhadap tersangka.

"Tersangka mengakui telah melakukan penarikan dana nasabah sejumlah dengan cara memalsukan slip penarikan lalu mencairkan dana tersebut untuk kepentingan pribadinya," jelasnya.

Mengingat PD BPR Dana Amanah Pelalawan merupakan BUMD yang biaya operasionalnya bersumber dari APBD sehingga, atas perbuatan tersangka Pemda Pelalawan mengalami kerugian dan telah dilakukan penghitungan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Riau di Pekanbaru.

"Dan telah diterbitkan laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara atas dugaan kasus tersebut dengan total kerugian negara sebesar Rp444 juta dengan uraian tabungan TS Ulyah Rp435.950.000 ditambah Rp.8.050.000 uang tabungan nasabah atas nama Cergas Afzal Ramadan," pungkas Kasat Reskrim, AKP Teddy Ardian. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww