Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
12 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Riau

Cerita Putri Balai Kayang Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Depan Istana Siak Sri Indrapura

Cerita Putri Balai Kayang Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Depan Istana Siak Sri Indrapura
Winanda Amelia, siswa SMK Kesehatan Alfath kelas11 , warga Balai Kayang 2, Siak.
Jum'at, 17 Agustus 2018 10:19 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Aksi Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra selalu menjadi pusat perhatian di setiap upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI. Sebab, menjadi anggota Paskibra dianggap sebuah prestasi sekaligus membanggakan bagi para pelajar SMA.

Namun dibalik itu, ada sekelumit cerita dari salah seorang Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Siak. "Menjadi pengibar bendera dambaan setiap siswa SMA sederajat. Dan ga mudah ikut seleksinya," kata Winanda Amelia, siswa SMK Kesehatan Alfath kelas11 , warga Balai Kayang 2, Siak.

Pembawa baki bendera yang akan dikibarkan di depan Istana Siak Sri Indrapura ini mengaku ikhlas tak dibolehkan makan gorengan serta minum es dan menjaga berat badannya selama 25 hari dilatih oleh anggota TNI Kabupaten Siak.

"Pasukan pengibar bendera itu harus menjadi kesehatan dan stamina tetap fit. Makanya demi bisa sampai ke hari H, semua aturan yang diberikan pelatih kami ikuti dengan ikhlas. Terlebih saya yang akan membawa baki bendera yang bakal dikibarkan," katanya.

Prajurit TNI Koramil 03 Siak, Sertu Joni yang menjadi pelatih paskibra sejak 2016 ini juga terlihat fokus mengajarkan para paskibra. Mereka dilatih disiplin dan berfikir lebih dewasa dari sebelumnya.

Ditanya mengenai suka dan duka dalam melatih Paskibra, Joni menjawab bahwa sangat banyak sukanya dibanding dukanya. "Tergantung bagaimana keikhlasan kita dalam memberi pelajaran kepada para siswa. Dan mereka memiliki semangat yang tinggi, kita bangga punya mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, selama melatih dirinya tidak pernah membeda-bedakan para siswanya. Semua sama dimata pelatih dengan tujuan untuk membina fisik, mental, disiplin, memiliki rasa kebersamaan serta menanamkan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Joni mengakui selama masa pendidikan dan latihan, lanjutnya, anggota Paskibra dilarang makan pedas, gorengan (berminyak), makanan dan minuman yang mengandung asam dan minum es. Selain itu, tentunya mereka diberi makanan dan puding termasuk para pelatihnya.

"Anak-anak paskibra dituntut untuk menjaga stamina fisik selama latihan hingga saat pengibaran dan penurunan bendera. Asupan makanan bergizi dan berimbang sangat diperhatikan," tandas Joni.

Formasi pengibar benderha di sebelah kanan Muhammad Aditya, SMAN 1 Lubuk Dalam Kelas 12, alamat Kampung Sialang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam. Tengah, Wanda Triwana pelajar SMAN 1 Koto Gasib, Kelas 11, alamat Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib. Di sebelah kiri Andri Farras Habibullah, SMAN 2 Siak, Kelas 12, alamat Kampung Dalam, Kecamatan Siak.

Pengibaran bendera merah putih di depan Istana Siak Sri Indrapura, Jumat (17/8/2018) pagi berlangsung khidmat. Seluruh anggota Paskibra menangis bahagia atas keberhasilan mereka menaikan bendera merah putih tanpa kesalahan kecilpun. Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menjadi Irup pada hari bersejarah itu. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww