Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
24 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
3
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton
Liputan Khusus Asian Games 2018

Rildo Puji Keputusan INASGOC Tempatkan Tim Tenis Indonesia di Hotel

Rildo Puji Keputusan INASGOC Tempatkan Tim Tenis Indonesia di Hotel
Sabtu, 18 Agustus 2018 18:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar memuji keputusan panitia penyelenggara (INASGOC) yang menempatkan Skuat Tim Tenis Indonesia di Hotel. Hal ini terkait dengan terjadinya over kuota Athlete Village (Wisma Atlet) Jakabaring Sports City Complex Palembang.

"Tidak ada masalah jika Tim Tenis Indonesia tidak menginap di Athlete Village dan mendahulukan atlet dari negara lain. Saya rasa itu keputusan yang tepat dan saya ucapkan terima kasih kepada INASGOC," kata Rildo Ananda Anwar yang dihubungi melalui telepon selular, Sabtu (18/8/2018). 

Sebenarnya, kata Rildo, PP Pelti telah mengantisipasi akan terjadinya over kuota Athlete Village dengan menyiapkan Wisma dan Hotel untuk menampung Tim Tenis Indonesia.

"Kita sih sudah menyiapkan Wisma tetapi INASGOC telah menyediakan hotel untuk menampung Tim Tenis Indonesia. Itu kan lebih baik dan nyaman bagi petenis Indonesia," tandasnya.

Hal senada juga dilontarkan Manajer Tim Tenis Indonesia, Deddy Prasetyo. "Ya, mereka sudah nyaman berada di hotel yang diberikan INASGOC," ujarnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, Tim Tenis Indonesia bisa menggunakan Athlete Village H-2 pertandingan. Tadinya, Christoper Rungkat dan kawan-kawan yang datang lebih awal tinggal memanfaatkan fasikitas hotel yang disediakan PP Pelti. 

Menjelang masuk Athlete Village, kata Deddy Prasetyo, Tim Tenis Indonesia diajak meeting pengelola Athlete Village yang menjelaskan tentang kondisi okupansi yang sudah over kuota. Penyebabnya, ada beberapa kontingen yang membawa lebih banyak personil. 

"INASGOC memberi beberapa opsi untuk Tim Indonesia yang tidak bisa masuk Athlete Village di antaranya menggunakan akomodasi hotel di luar," jelas Deddy Prasetyo.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww