Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Gregoria Sumbang Angka Pertama

Gregoria Sumbang Angka Pertama
Tunggal pertama beregu Indonesia, Gregoria Mariska
Minggu, 19 Agustus 2018 19:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Tim putri Indonesia ungguli Hong Kong dengan skor sementara 1-0 pada babak 16 besar bulutangkis beregu putri Asian Games 2018. Gregoria Mariska Tunjung menyelesaikan tugasnya sebagai pembuka jalan dengan baik. Ia menang dengan laga rubber game dengan skor 19-21, 21-8, 21-18.

"Sebelum bertanding rasanya tegang banget. Ini pertama kalinya main sebagai tunggal pertama, jadi tuan rumah dan ini turnamen besar. Tapi saya merasa harus bisa mengatasi, kalau tidak, takutnya permainan saya nggak keluar," ungkap pemain jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung ini. 

Di game pertama, Gregoria tampaknya belum ‘panas’ dan masih menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Ia tertinggal jauh 4-11 pada interval game pertama. Gregoria sempat memperkecil ketertinggalannya pada kedudukan 12-13, 14-15, 16-17, namun di saat-saat kritis, ia tak dapat mengatasi tekanan yang diberikan lawan.

Pada game kedua, Gregoria langsung tancap gas dan meninggalkan Cheung hingga kedudukan 11-2. Terlalu jauh mengejar, Cheung seolah melepas game kedua. Gregoria pun ‘memperpanjang nafas’ hingga game ketiga.

Game ketiga berlangsung seru, kedua pemain sudah saling berkejaran angka dari awal. Kedudukan terus imbang. Gregoria banyak melakukan kesalahan sendiri pada game penentuan, ia tertinggal 8-11 di interval game ketiga, hingga poin terpaut jauh 10-15. Perlahan tapi pasti, Gregoria akhirnya menyamakan kedudukan 17-17 dan menyalip perolehan skor lawan dan memegang kendali permainan.  

"Game pertama, lapangan saya 'kalah angin', saya juga nggak mau cepat mengubah kecepatan kaki, kalau kalah angin, footwork harus cepat. Saat poin 11 baru menyadari kalau saya terlalu nyaman dengan ritme seperti di awal. Di game kedua, saya 'menang angin', gantian lawan yang tidak nyaman," jelas Gregoria usai laga.

"Saya sudah tahu harus bermain seperti apa di game ketiga, pelatih juga meningatkan tidak boleh kalah kecepatan kakinya. Waktu ketinggalan itu saya mau dekatkan poinnya dulu, nggak apa-apa nggak dapet poin langsung banyak. Yang penting kalau saya dapat tiga poin dia harus dua poin, nggak boleh lebih dari saya," tambahnya.

"Cheung adalah pemain yang temponya cepat dan menyerang. Saya sudah tahu permainan dia lewat video pertandingan yang saya pelajari, dia kalau diajak reli cepet capek juga," ujar Gregoria.


Saat berita ini diturunkan, pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu tengah bertanding di partai kedua menghadapi Yuen Sin Ying/Ng Tsz Yau. *

wwwwww