Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Siak Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Jelang Idul Adha, Dinas Peternakan Siak Periksa Kesehatan Hewan Kurban
Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Siak, Susilawaty turun ke tempat peternakan hewan kurban.
Senin, 20 Agustus 2018 17:05 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Siak saat ini sudah melalukan pengecekan kesehatan hewan kurban di tempat-tempat penjualan hewan kurban setiap kecamatan sebelum hewan tersebut dijadikan hewan kurban untuk hari raya Idul Adha.

"Sebelum dipotong untuk Idul Adha, hewan kurban harus dipastikan benar-benar sehat, terbaik dan layak dipotong," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Siak, Susilawaty, Senin (20/8/2018) kepada GoRiau.com.

Secara fisik, kata Susi, memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat.

Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus. Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri, tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.)

Selain itu juga, matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.

"Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit. Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal," sebutnya.

Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang. Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut.

"Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit," ujar Susi lagi.

Hewan kurban sehat juga memiliki kulit lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka. Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering. Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).

"Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus. Waspadalah terhadap hewan ternak yang kulitnya mengalami korengan. Itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit sceabie," imbuhnya lagi.

Susi mengatakan dalam pengecekan kesehatan hewan korban ada yang dilakukan saat sebelum dipotong dan setelah dipotong. "Kami menghimbau kepada masyarakat, jika menemukan kendala di lapangan, segera laporkan ke petugas di masing-masing Kecamatan," kata Susi.***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww