Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Riau

Takut Deklarasi 2019GantiPresiden di Pekanbaru Rusuh, Banser Riau Minta LAM Turun Tangan

Takut Deklarasi 2019GantiPresiden di Pekanbaru Rusuh, Banser Riau Minta LAM Turun Tangan
Ketua GP Ansor Riau, Purwaji dalam salahsatu acara. (istimewa)
Kamis, 23 Agustus 2018 23:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Deklarasi 2019 Ganti Presiden yang rencananya digelar di Kota Pekanbaru menuai pro dan kontra.

Sebagian mendukung dan sebagian lagi menolak. Bahkan Pemuda Pancasila Riau, secara terang-terangan menolak rencana tersebut.

Dengan demikian, dikuatirkan akan terjadi kerusuhan. Sehingga, GP Ansor (Banser) Riau meminta Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau agar turun tangan menengahkan konflik tersebut.

Permintaan itu disampaikan Ketua GP ANSOR Riau, Purwaji kepada wartawan, Kamis (23/8/2018) di Pekanbaru.

Menurutnya, jika kegiatan itu bisa dicegah, ada baiknya dilakukan pencegahan. Menimbang terjadinya chaos yang melibatkan sesama anak Riau.

"Melihat potensi terjadinya kerusuhan antara yang pro dan kontra sebaiknya orang tua kami di LAM turun tangan menengahi masalah ini," ungkap Purwaji.

Masih kata Purwaji, bila potensi terjadinya benturan dua belah pihak lebih besar, dan itu dibiarkan, maka akan menjadi kesalahan bersama. Purwaji mencontohkan rusuh di Batam, Makassar sudah cukup dan tidak perlu terjadi di Riau.

"Jika perlu dilarang ya harus dikeluarkan larangan dari LAM. Agar tidak terjadi benturan sesama anak Riau. Sekarang ini tensinya sudah sama sama meninggi. Ada yang mau membubarkan dan ada yang mau mengawal (Laskar, red). Jadi tidak boleh ini terjadi harus dihentikan," tegasnya.

Purwaji mengatakan, semua pihak khususnya politisi harus bisa menahan diri mempertimbangkan kedamaian di tengah masyarakat. Apalagi saat ini ada sebagian masyarakat di Lombok yang sedang terkena musibah.

"Sekali lagi jangan abaikan kondisi ini, seolah tidak terjadi apa apa. Saya mohon orang orang tua di LAM, ormas Islam dan Paguyuban turun tangan, ayo bermusyawarah agar dicari jalan tengah yang baik menyikapi situasi ini," paparnya.

Selain Purwaji, pernyataan serupa juga diungkapkan tokoh pemuda Riau Yusafat Rendra. Menurut aktivis ini, tidak dikeluarkannya izin dari Polresta untuk kegiatan Deklarasi Ganti Presiden pada 26 Agustus itu menjadi bukti bahwa ada potensi gangguan keamanan dan ketertiban jika kegiatan itu tetap dilaksanakan.

"Polisi kan lebih paham soal keamanan dan potensi gangguan yang mungkin terjadi, semestinya itu jadi pertimbangan semua pihak agar tidak memaksakan diri," katanya.

Sebelumnya, meskipun banyak yang menginginkan acara tersebut tetap dilaksanakan, beberapa elemen mahasiswa dan Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Riau, memprotes acara tersebut. Public Relation Deklarasi 2019 Ganti Presiden di Pekanbaru, Bambang wahyu J kepada GoNews.co mengatakan, pihaknya tidak akan mundur.

"Kami tidak akan mundur, InsyaAllah acara tetap jalan," ujarnya, Selasa (21/8/2018) saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

"Soal izin nanti kita ganti dengan pemberitahuan yang baru," timpanya.

Sementara itu, Panglima Deklarasi 2019 Ganti Presiden, Ustaz Khalid Tobing mengatakan, besok Selasa atau Rabu, pihaknya akan kembali membuat surat ke Polresta dan Mapolda Riau.

"Tadi berita acara penolakan dari Polresta Pekanbaru sudah diantarkan ke Sekretariat Presidium Deklarasi #2019GantiPresiden dan dengan tegas kita tidak menerima berita acara tersebut. Kami minta berita acara tersebut dibawa pulang lagi sama anggota Polresta itu," tandasnya. ***

wwwwww