Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Dikalahkan Pasangan Jepang, Greysia-Apriyani Sumbang Medali Perunggu

Dikalahkan Pasangan Jepang, Greysia-Apriyani Sumbang Medali Perunggu
Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu
Minggu, 26 Agustus 2018 20:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Medali perunggu diraih pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu di ajang bulutangkis perorangan Asian Games 2018. Bermain di Istora Gelora Bung Kano Jakarta, Minggu (26/8/2018),  Greysia-Apriyani dikalahkan Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi (Jepang) dengan skor 15-21, 17-21. Sebelumnya satu medali perunggu di perorangan sudah dipersembahkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Matsutomo-Takahashi memang seringkali menjadi batu sandungan bagi Greysia/Apriyani. Dalam tujuh pertemuan, baru satu kali Greysia-Apriyani memenangkan laga melawan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2018 tersebut. Dalam pertarungan kali ini pun Greysia-Apriyani tak bisa melewati tekanan demi tekanan yang terus diberikan pasangan Jepang ini.

"Jujur secara teknik level kami dan lawan sama. Tapi secara mental agak timpang. Saya berusaha untuk menolong Apri sejauh mana yang saya bisa. Tapi proses tidak bisa dipaksa. Saya selalu ingin jadi juara di rumah sendiri," kata Greysia usai laga.

Diungkapkan Greysia bahwa ia tak kecewa,  karena ini proses buat Apri. Menurutnya hasil yang sudah mereka raih selama ini sudah jauh di luar dugaan mereka dan pelatih. Pada tahun lalu, sang pelatih, Eng Hian, menargetkan dalam dua tahun lagi, penampilan mereka naik. Tapi ternyata belum setahun, Greysia/Apriyani sudah berhasil meraih gelar juara super series dan masuk dalam jajaran Top 10 dunia. Greysia mengatakan ini adalah hal yang harus mereka syukuri.

"Saya tidak menyesal, ini pelajaran untuk Apri bagaimana menjadi juara seutuhnya. Saya sudah pernah merasakan hal ini, saya bersyukur pernah menjadi juara Asian Games bersama Nitya (Krishinda Maheswari). Adanya saya di sini adalah untuk bantu junior-junior saya bisa naik. Saya fokus dengan apa yang saya bisa, sisanya urusan Tuhan. Dia tidak kasih sekarang, ya saya terima," jelas Greysia.

Greysia juga mengutarakan keinginannya agar para juniornya mampu menjalankan tongkat estafet, ia terus mengisyaratkan bahwa waktunya bermain bulutangkis sudah tak lama lagi.

"Sekarang tinggal kepada Apri dan junior-junior lainnya, mau ambil kesempatan atau tidak? Karena nggak akan mungkin saya masih main sampai lima atau sepuluh tahun kedepan. Jadi saya selalu bilang ke Apri, semakin cepat semakin bagus, saya selalu push dia dalam latihan, keseharian dia, mengajarkan punya mental juara. Di satu sisi, saya juga belajar jadi orang yang dewasa. Karena ada Apri, saya jadi belajar jadi orang yang dewasa," jelas Greysia.

"Sebenarnya pelajaran ini adalah warisan paling berharga, nggak ada yang lebih baik dari itu. Ini bagian dari non teknis. Karena kalau bicara teknis, Apri punya kemampuan, dia luar biasa. Dia langsung bisa mengimbangi permainan pasangan nomor satu dunia, dia tampil jauh di atas kemampuannya. Apri masih butuh banyak waktu, saya harus bertahan dan sabar dalam latihan, pertandingan, Apri harus bisa maju jadi orang yang lebih matang lagi," kata Greysia yang tak dapat menahan tangisnya.

Sementara itu, Apriyani juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia sempat terpaku dan tak dapat menjawab pertanyaan yang dilemparkan awak media usai pertandingan.

"Saya mohon maaf kepada para pendukung kami, saya mohon maaf kepada kak Greys. Hari ini saya tidak bisa menampilkan semua kekuatan saya. Mungkin faktor (pertandingan) kemarin, badan tidak mungkin dibohongi. Sekali lagi saya minta maaf untuk hasil ini. Saya tahu kak Greys sangat kecewa sekali," ucapnya lirih.

wwwwww