Ditinggal Orangtua, Sepasang Anak di Inhil Tinggal Berdua di Rumah, Hidup dari Belas Kasihan Orang Lain
![]() |
| Karang Taruna Inhil saat mengantar Sani kembali ke sekolah. |
Penulis: Rida Ayu Agustina
Kedua kakak beradik yang sudah putus sekolah ini hanya hidup berdua sejak ayah mereka meninggal dunia dan sang ibu pergi entah kemana.
Sehari-hari, keduanya dapat bertahan hidup karena para tetangga di sekitar mereka tinggal kerap memberi makanan.
Meski keduanya sangat ingin kembali ke sekolah, namun karena tidak adanya biaya, mereka harus rela mengubur keinginannya itu.
"Kita mendapat informasi adanya anak terlantar di daerah Sungai Beringin, saat kita berkunjung ke rumah mereka, ternyata kondisi mereka sangat memprihatinkan," jelas Syahjuri, Ketua Karang Taruna Inhil yang pertama kali menemukan kondisi kedua bocah tersebut.
Melihat tekad keduanya yang sangat besar untuk kembali ke bangku sekolah, bersama Anggota Karang Taruna lainnya, ia pun mendatangi sekolah lama Dewi dan Sani serta membelikan perlengkapan sekolah keduanya.
"Sudah kita uruskan sekolah mereka, Alhamdulillah Dewi sudah kembali sekolah di SDN 035 Tembilahan dan Sani di SDN 010 Tembilahan, kita juga sudah belikan mereka sepeda untuk keperluan pergi ke sekolah," tambahnya.
Meski keperluan sekolah sudah selesai, dikatakan Syahjuri yang jadi permasalah saat ini adalah terkait makan dan tempat tinggal kedua bocah tersebut.
"Mereka kan masih anak-anak, sangat berbahaya hanya tinggal berdua di rumah," lanjutnya.
Syahjuri pun mengajak kepada masyarakat yang terketuk pintu hatinya untuk membantu kedua anak tersebut.
Bagi yang ingin menyisihkan sedikit rezeki untuk kehidupan sehari-hari keduanya, dikatakan Syahjuri bisa mengirimkan donasi melalui rekening di Bank Riau Kepri Cabang Tembilahan dengan Nama: Karang Taruna Inhil, Nomor Rekening 102-10-08692. ***













