Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Riau

Tak Ada Lagi Hewan Ternak Hadiah Pacu Jalur, Ciri Khas Budaya Kuansing Pun Hilang

Tak Ada Lagi Hewan Ternak Hadiah Pacu Jalur, Ciri Khas Budaya Kuansing Pun Hilang
Dua buah jalur sedang berpacu mengetes arena Tepian Narosa Telukkuantan, Senin (28/8/2018) sore.
Selasa, 28 Agustus 2018 22:55 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Sejak dua tahun terakhir, panitia Festival Pacu Jalur (FPJ) tak lagi menyediakan hewan ternak sebagai hadiah. Kondisi ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu menyediakan kerbau, sapi hingga kambing.

"Hadiahnya berupa uang tunai," ujar Wabup Kuansing H. Halim yang juga Ketua Umum FPJ 2018 kepada GoRiau.com, Selasa (28/8/2018) di Telukkuantan.

Halim tidak menjelaskan secara rinci penyebab hilangnya hewan ternak sebagai hadiah dan ciri khas budaya pacu jalur. Bahkan, ia juga tak ingat berapa rincian hadiah yang telah disiapkan.

"Untuk hadiah, hubungi Pak Edi Sukses. Dia yang lebih tahu rinciannya," ujar Halim.

Seminggu yang lalu, Marwan selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing juga mengaku tidak mengetahui rincian hadiah tersebut.

"Hubungi Pak Edi Sukses ya, dia pengelolanya," ujar Marwan waktu itu. Di saat yang bersamaan, Edi Sukses yang dihubungi secara terpisah menyatakan masih menghitung rincian hadiah.

"Ntar ya, lagi dihitung," ujarnya waktu itu.

Sepertinya panitia FPJ 2018 enggan membeberkan hadiah pacu jalur tahun ini. Sebab, Selasa (28/8/2018) sore, Edi Sukses masih tak juga memberikan rincian hadiah tersebut. Bahkan, panitia FPJ 2018 saling lempar untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Setelah didesak, Edi Sukses mengaku sudah memberikan rincian hadiah kepada seseorang dan ia tidak memilikinya lagi.

Tidak adanya hewan ternak sebagai hadiah sangat disesalkan oleh masyarakat Kuansing.

"Sangat disayangkan, sebab hewan ternak itu yang menandakan bahwa pacu jalur itu olahraga tradisional. Budaya kita adalah menyediakan hewan ternak sebagai hadiah," ujar Amri, warga Kuansing.

Menurutnya, sejak Mursini - Halim menjadi pemimpin Kuansing, nilai-nilai budaya dibiarkan terkikis begitu saja. Terbukti, sudah dua tahun tak ada hewan ternak sebagai hadiah pacu jalur.

"Dulu ada sapi sangat besar hadiahnya. Ada juga kerbau dan kambing. Hewan ternak ini bisa dipelihara dan bisa menjadi aset jalur yang juara. Kini, tak ada lagi sapi yang beratnya mencapai 1 ton untuk hadiah," jelasnya.

Ke depan, Amri berharap Mursini - Halim bisa menjaga nilai-nilai budaya pacu jalur. Sehingga, pacu jalur tak hanya sebagai ajang kompetisi, tapi menjaga tradisi. ***

Kategori:Non Olympic, Riau, PON
wwwwww