Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Sering Diintimidasi, Fahri Hamzah Desak Polisi Berikan Perlindungan terhadap Ustaz Abdul Somad

Sering Diintimidasi, Fahri Hamzah Desak Polisi Berikan Perlindungan terhadap Ustaz Abdul Somad
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (istimewa)
Selasa, 04 September 2018 03:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk bisa memberikan proteksi atau perlindungan kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) diintimidasi agar tidak melakukan ceramah di wilayah Pulau Jawa.

Hal ini dikatakan Fahri menyusul Ustaz Abdul Somad membatalkan janji untuk menghadiri undangan berceramah di sejumlah tempat di Pulau Jawa.

Langkah Ustaz asal Riau ini menyikapi adanya intimidasi, pembatalkan tausiah di beberapa daerah, seperti di Gerobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang.

"Tolong lah pak polisi saling mengancam ini dihentikan, orang-orang resmi ada muka serta pendukungnya tokoh dikenal jangan dilarang-larang janganlah diancam-ancam," kata Fahri di gedung DPR, Senin (3/9/2018).

Politikus PKS menilai, negara wajib melindungi warganya dalam menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan. "Kebebasan berserikat berkumpul menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan itu dilindungi negara. Mau pakai alasan apapun tidak boleh dilarang," ujarnya.

Fahri pun berharap pemerintah khususnya kepolisian dapat memberikan rasa aman serta perlindungan antar warganya. Pasalnya, jika hal ini sampai dibiarkan maka negara akan rugi sendiri karena persoala kebebasan berserikat dan menyatakan pendapat.

"Ayo pak polisi berhentilah. Menolak sekelompok orang dapat meruncingkan perselisihan diantara masyarakat dan itu merugikan kita harus dihentikan," tegasnya. ***

wwwwww