Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 1/2018

PSIS Kehilangan Penyerang Asal Libanon

PSIS Kehilangan Penyerang Asal Libanon
Sabtu, 08 September 2018 21:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SEMARANG - Klub PSIS Semarang kehilangan satu pemainnya. Dia adalah penyerang asal Libanon, Abou Bakr Al Mel. Pemain berusia 25 tahun itu memutuskan mundur dari PSIS karena alasan keluarga.

Bako, panggilan akrab pemain itu, mundur setelah mendapat kabar bila ayahnya sakit keras. Bahkan kata Bako usia ayahnya tinggal 3-4 bulan lagi.

"Kondisi sekarang tidak bagus buat saya, tidak siap untuk berlatih maupun bermain. Saya tidak siap. Jika tetap di sini akan menjadi masalah besar. Kondisi saya sedang tidak baik, terlalu banyak nervous. Saya ingin tinggal dekat dengan ayah," ujar Bako.

"Mungkin saya tidak banyak membantu PSIS karena baru bermain dalam 3 pertandingan. Tapi saya yakin dan percaya PSIS akan bertahan di Liga 1," Bako, menambahkan.

Sebetulnya CEO PSIS, Yoyok Sukawi sudah menawarkan banyak solusi. Mulai cuti panjang sampai kebebasan untuk pulang-pergi Libanon-Indonesia. Tapi semua tidak mampu menahan keputusan Bako mundur dari PSIS.

"Cobaan berat yang dialami Bako menjadi ujian berat pula buat PSIS. Tapi kita semua harus tabah menghadapi cobaan demi cobaan dan bersemangat," ujar Yoyok Sukawi. *

wwwwww