Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Riau

Riau Tuan Rumah FGD Quo Vadis Gubernur Wakil Pemerintah Pusat

Riau Tuan Rumah FGD Quo Vadis Gubernur Wakil Pemerintah Pusat
Senin, 10 September 2018 12:47 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Provinsi Riau ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema Quo Vadis Gubernur Wakil Pemerintah Pusat.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menilai, acara FGD ini sangat strategis mengingat penyelenggaraan pemerintah daerah akhir-akhir ini selalu dihadapkan kepada berbagai persoalan, baik menyangkut penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri, permasalahan ekonomi, sosial dan budaya. Ditambah lagi akan menyongsong pelaksanaan pesta demokrasi pada tahun 2019.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, lanjut Gubri, Indonesia juga sedang dihadapkan kepada persoalan ekonomi yang antara lain ditandai dengan melemahnya nilai rupiah terhadap mata uang asing terutama dollar Amerika Serikat. Kondisi ini tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi di daerah, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi, menurunnya daya saing produk, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap meningkatnya angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin.

"Mari kita gunakan kesempatan yang baik ini untuk saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman dari para pakar yang menjadi narasumber pada FGD ini, sehingga diharapkan akan ditemukan berbagai solusi terhadap berbagai persoalan tersebut," kata Gubri di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Senin (10/9/2018).

Pria yang akrab disapa Andi Rachman ini mengatakan, bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah oleh pemerintah daerah sebagai daerah otonom bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas, pemberdayaan serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Pada sebagian daerah, otonomi daerah telah memunculkan berbagai macam keberhasilan pembangunan sebagai buah beragam inovasi yang diinisiasi oleh pemerintah daerah. Namun pada sisi lain, sebagian pemerintah daerah masih dihadapkan kepada berbagai persoalan menyangkut pemenuhan kesejahteraan yang belum optimal, sarana dan prasarana publik yang belum memadai, serta belum baiknya pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Jika dianalisa lebih mendalam, persoalan-persoalan tersebut akan terkait dengan fungsi-fungsi dasar tata kelola pemerintahan, seperti kejelasan peran dan tanggung jawab institusi, pembuatan kebijakan, fungsi pelayanan publik, koordinasi antar-institusi dan antarsektor, kapasitas institusi dalam melaksanakan keputusan, serta transparansi pengelolaan anggaran dan aliran keuangan.

"Banyaknya permasalahan tata kelola pemerintahan ini sekaligus mengindikasikan bahwa penyempurnaan regulasi tata kelola pemerintahan menjadi kebutuhan mendesak pada saat ini," tuturnya. ***

Kategori:Riau, Voli
wwwwww