Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
4 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
3 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
5
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
4 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Beri Kuliah Umum di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Ketua MPR: Sukses Hidup Adalah Pilihan

Beri Kuliah Umum di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Ketua MPR: Sukses Hidup Adalah Pilihan
Jum'at, 05 Oktober 2018 15:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Generasi muda Indonesia termasuk mahasiswa yang berkualitas adalah yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Generasi muda seperti ini merupakan modal dasar negara Indonesia untuk maju ke depan. Namun, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah cukup.

Kualitas intelektualitas harus seiring sejalan dengan kualitas moral dan karakter yang sesuai dengan nilai luhur bangsa dan Pancasila. Jika dua hal tersebut, kualitas intelektualitas dan kualitas karakter berpadu maka akan muncul sumber daya manusia bangsa yang luar biasa mampu membuat perubahan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhasan) saat memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa dan mahasiswi berbagai fakultas Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), di aula UIKA, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).

Lebih jauh Zulhasan mengatakan, untuk memunculkan karakter yang berkualitas, yakni dengan memahami nilai-nilai luhur bangsa yang dalam implementasinya antara lain berusaha keras memahami diri dan meyakinkan diri bahwa kesuksesan atau keberhasilan dan keterpurukan dalam hidup itu adalah pilihan, tidak menyalahkan takdir apalagi menyalahkan orang tua dan kemiskinan.

"Sebagai generasi muda apalagi mahasiswa yang mampu mengenyam pendidikan tinggi sebab masih banyak generasi muda Indonesia yang tidak mampu menikmati pendidikan tinggi, generasi yang mampu menempuh pendidikan tinggi harus selalu mengupgrade diri, selalu meningkatkan nilai tambah lebih dari yang lain diatas rata-rata sehingga nilai 'jual' akan lebih dihargai tinggi," ujarnya.

Mulai dari sekarang, lanjut Zulhasan, mulailah para generasi muda mahasiswa memperbaiki diri sendiri dulu dengan cara belajar yang rajin dan giat. Lalu sering-sering melakukan observasi yakni dengan apa yang dimiliki sekarang mampu menghasilkan yang luar biasa.

Selain observasi diri, juga harus banyak membaca literatur dan sejarah orang-orang sukses juga sering mengikuti kuliah-kuliah umum atau seminar-seminar serta diskusi-diskusi yang membahas kesuksesan seseorang atau pengetahuan lainnya.

"Intinya sekali lagi adalah, kesuksesan dan keberhasilan adalah sebuah pilihan. Jika ingin berhasil rajinlah tapi jika ingin gagal bermalas malaslah. Namun, jika dalam upaya keras masih menemui hambatan, jangan lantas menyalahkan keadaan, kemiskinan atau menyalahkan orang tua. Sekali lagi perbanyak observasi amati dan pelajari perilaku orang-orang sukses," terangnya.

Acara Studium Generale UIKA yang bertema 'Peran Generasi Muda Dalam Merajut Hubungan Islam dan NKRI' sendiri berlangsung selama satu hari penuh. Selain dihadiri ratusan mahasiswa, juga dihadiri Rektor UIKA Bogor serta para dosen. ***

wwwwww