Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

47 Penyandang Tunanetra Unjuk Kebolehan di MTQN ke-XXVII

47 Penyandang Tunanetra Unjuk Kebolehan di MTQN ke-XXVII
Peserta sedang melantunkan ayat suci Alquran dalam acara MTQ 2018 di Aula King Abdul Aziz Asrama Haji, Medan 07/10/2018
Minggu, 07 Oktober 2018 17:46 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Sebanyak 47 penyandang tunanetra akan mengkuti kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQ) ke-XXVII di Kota Medan. Perlombaan cabang tilawah golongan cacat netra ini akan digelar di Aula King Abdul Aziz, Asrama Haji mulai Minggu (7/10/2018) hingga Jumat (12/10/2018) mendatang.

Dari 47 peserta, diantaranya 23 perempuan dan 24 laki-laki. Sementara itu, perwakilan dari Kafilah Sumatera Utara ada sebanyak dua orang, diantaranya Putri Aura Hermawan (14 tahun) menjadi peserta dengan usia paling muda dan H Syafrizal Tanjung (48 tahun).

Hari ini, peserta tilawah cacat netra yang tampil ada sebanyak 13 orang. Seluruhnya tampil usai sesi perdana, lomba Tartil Putra Putri untuk usia anak.

"Lokasi Aula King Abdul Aziz ini menjadi lokasi lomba tartil putra putri usia anak-anak dan tilawah cacat netra. Untuk hari ini, ada 17 peserta tartil yang tampil dan 13 peserta tilawah. Kita sudah siapkan semuanya dengan baik, tadi pagi sedikit kendala di layar TV sehingga acara dimulai sedikit telat. Semoga besok bisa lebih baik lagi," ujar Koordinator acara MTQN di Aula Abdul Aziz, Wali Hasmi didampingi Penanggungjawab, dr H Hayatsyah.

Lanjutnya, syarat untuk cacat netra tidak ada yang beda dengan lainnya. Isyarat tanda adalah bel, bunyi bel satu kali sebagai tanda peserta mulai membaca, bunyi bel dua kali sebagai tanda peserta bersiap untuk mengakhiri bacaan, dan yang bel tiga kali sebagai tanda peserta harus mengakhiri. Waktu yang diberikan panitia 7 sampai 9 menit.

Panitia sendiri, lanjutnya dalam mendata peserta juga sudah menggunakan sistem online atau teknologi.

"Kita pakai finger print dan semua menggunakan teknologi canggih. Semua yang tampil sesuai orangnya dengan pemilik nama. Sebanyak 14 juri dalam memberi penilaian juga langsung tayang di monitor dan bisa dilihat oleh para undangan," katanya.

Menanggapi para peserta yang telah tampil hari ini, Dewan Hakim MTQN ke-XXVII, Yusdarli Amar mengaku ia masih menunggu hingga hari terakhir.

"Hari ini, saya belum menemukan ada peningkatan yang signifikan dari tahun tahun sebelumnya. Dominan peserta lebih mengutamakan lagu dibanding dengan hukum bacaannya," katanya.

Lanjutnya, padahal bila hukum bacaan benar, lagu bisa mengikuti bahkan bisa lebih baik.

"Sebenarnya hukum bacaan itu adalah notnya, jadi yang harus dikuasai adalah tajwid atau hukum bacaan. Kalau lagu atau suara, semua orang sudah miliki kemampuan masing-masing tinggal dilatih aja," ujarnya mengakhiri.*

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON, Badminton
wwwwww