Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Bersaing Ketat, Peserta Akui Soal-soal Fahmil Qur’an Cukup Sulit

Bersaing Ketat, Peserta Akui Soal-soal Fahmil Qur’an Cukup Sulit
Kafila dari Provinsi Jateng, Maluku Kalimantan Kalbar Foto Bersama Usai Pelaksanaan Fahmil Qur'an Golongan Putra Aula UINSU Pancing, Minggu 7 Oktober 2018
Minggu, 07 Oktober 2018 20:38 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Sejumlah peserta Musabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ) golongan Fahmil – Al-Qur’an kategori putra yang tersingkir di babak penyisihan mengaku mendapat banyak pengalaman baru selama bertanding. Selain bersaing dengan peserta yang memiliki kemampuan seimbang, ragam soal-soal yang dipertanyakan dewan hakim juga dianggap baru dan bervariasi.

Peserta di grup 6 asal Provinsi Jawa Tengah atas nama M.Choirul Jihad, Burhanauddin Tobrani dan M. Sais Madany yang ditemui usai terisngkir di babak penyisihan mengaku mendapat kesulitan dengan soal-soal yang lontarkan dewan hakim selama bertanding. “Ya meskipun kami kalah, kami mendapat banyak pengalaman terutama untuk soal-soal yang dipertanyakan bukan soal yang selama ini kami pelajari,” kata Tobrani.

Pun demikian, Tobrani menganggap lawan-lawan yang mereka hadapi memang punya kemampuan lebih baik dari mereka terutama terkait soal-soal fiqih. “Kekalahan ini akan kami jadikan pelajaran dan motivasi untuk lebih baik ke depannya. Yang penting belajar dan terus belajar,” ucap Tobrani.

Terkait soal-soal yang dianggap baru ini juga dikemukakan peserta asal Provinsi Kalimantan Barat yang keluar sebagai pemenang grup Enam atas nama Fuady Farid Albari, Ahmad Muhsin, Rizka Hadad Alwi dengan nilai 1.135.

“Memang kami akui soal-soal yag dipertanyakan tadi memang banyak yang baru dan belum banyak kami pelajari. Terutama soal potongan ayat-ayat yang disempurnakan. Kalau soal lain seperti fiqih dan lain-lainnya masih bisa jawab dan pelajari. Alhamdulillah kami berhasil masuk ke semi final,” jelas Fuady Farid Albary yang biasa disapa Fuad.

Untuk menapak laga berikutnya, Fuad dan kedua rekannya akan lebih mempersiapkan diri agar bisa masuk ke final. “Persiapan khusus untuk semi final nanti tidak ada, yang penting kami tetap belajar dan berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan Allah mempermudah perjuangan kami,” tutupnya ‘haqqul’ yakin.

Cabang lomba yang biasa disebut cerdas cermat MTQ ini memperlombakan beberapa kategori soal diantaranya, hifzil qur’an, tafsir al-qur’an, tilawah al-qur’an, hadist,fiqh,bahasa arab, usul fiqh, sejarah arab, ulumul qur’an, LPTQ, hukum, faturrahman dan lain-lain.

Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) ini dilaksanakan dengan sistem gugur melalui babak penyisihan, semi final dan final. Regu pemenang pada setiap grup berhak maju ke babak berikutnya ***

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON, Badminton
wwwwww