Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
24 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Badminton
Honor 25 TKS RSUD

Dinkes Batubara Berupaya Bayar Honor TKS RSUD

Dinkes Batubara Berupaya Bayar Honor TKS RSUD
KETUA Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Batubara, Pagar Jenswin Pandiangan, S.Ked (kanan)
Senin, 08 Oktober 2018 19:31 WIB
Penulis: Rijam Kamal
BATUBARA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batubara akan terus berupaya agar honor puluhan Tenaga Kontrak Sukarela (TKS) dapat segera dibayarkan.

Oleh sebab itu, persoalan honor 25 orang TKS di RSUD Batubara yang memasuki 10 bulan belum dibayarkan memeperoleh titik terang. “Saya prihatin dengan kondisi ini, makanya kita terus berupaya agar gaji para honorer di RSUD dapat secepatnya dibayarkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara, dr Dewi Chaylati, M.Kes, kepada wartawan, Senin (8/10/2018) di ruang kerjanya.

Kadis yang didampingi sekretaris, dr Deny Syahputra menyebutkan, dalam hal ini pihaknya sudah mengajukan usulan perubahan judul pembayaran honor TKS untuk dibahas DPRD.Itu dikarekan, 25 orang TKS RSUD sebelumnya (Tahun 2017) di-out-shorcing (pihak ketigakan).

Tujuannya out shorcing menurut dr Dewi adalah untuk perbaikan pelayanan di RSUD sekaligus penambahan penghasilan para pekerja.

Namun, lantaran program tersebut tidak dapat berjalan sesuai rencana, berakibat dana yang sudah dianggarkan tidak dapat disalurkan. “Ini sedang kita upayakan dan kita berharap masalah ini cepat terselesaikan,” harap Dewi.

Senada dengan itu, dr Deny Syahputra menyebutkan, sekitar Rp 300 juta anggaran untuk pembayaran honor TKS tidak dapat disalurkan. “Dananya ada dan tidak terpakai. Cuma saja dana itu tidak bisa disalurkan lantaran judulnya (out-shorcing) belum berubah. Jika pembayaran tanpa perubahan judul maka bisa menjadi temuan,” terang Deny.

Tanggapan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Baatubara

Sebelumnya, masalah ini telah mendapat kritik dan tanggapan dari Ketua Fraksi partai Gerindra Kabupaten Batubara Pagar Jenswin Pandiangan, S.Ked.

Pagar mengaku prihatin akan hal itu dan meminta Dinkes Batubara bertanggungjawab atas hak-hak TKS yang belum dibayar. “Jangan main-main karena itu menyangkut hak hidup para pekerja,” pintanya.

Pagar juga meminta Dinkes harus mencarikan solusi dan jangan membuat nasib 25 TKS terkatung-katung hanya karena sebuah kebijakan sehingga urusan perut orang lain jadi terancam. “Kalau tak mampu menyelesaikan masalah itu sebaiknya Kadis mengundurkan diri dari jabatan,” tukas Pagar Pandiangan menyayangkan.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON, Badminton
wwwwww