Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
6
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
5 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Para Games 2018

Mithaul Jannah Gagal Tampil, Senny Marbun Minta Maaf

Mithaul Jannah Gagal Tampil, Senny Marbun Minta Maaf
Ketua NPC, Senny Marbun (pakai topi) meminta maaf atet judo Indonesia, Jannah tidak bisa tampil karena menggunakan jilbab pada Asian Para Games 2018. (INAPGOC)
Senin, 08 Oktober 2018 19:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua National Paralympic Committee (NPC) Senny Marbun minta maaf atas tidak tampilnya pejudo putri Indonesia, Mithaul Jannah pada Asian Para Games III/2018. Bahkan,  Senny mengakui ini kesalahan NPC.

"NPC sangat malu dan tidak mengharapkan ini terjadi. Saya akui NPC bersalah karena ini keteledoran kami juga," kata Senny Marbun kepada wartawan di GBK Arena Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (8/10).

Judoka Indonesia, Miftahul Jannah, batal bertanding di Asian Para Games 2018 setelah menolak untuk melepas hijab saat masuk matras. Dia pun didiskualifikasi oleh wasit.

Miftahul dijadwalkan bertanding di JIEXPO Kemayoran, pukul 10.18 WIB di nomor -52 kg kategori low vision. Miftahul harus menghadapi judoka Mongolia, Oyun Gantulga. Namun, menjelang dimulainya pertandingan, Miftahul Jannah dilarang tampil menggunakan hijab.

Larangan wasit itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam pertandingan judo. Alasan keselamatan yang mengharuskan setiap atlet judo bertanding tanpa penutup kepala akhirnya membuat Miftahul Jannah batal bertanding di Asian Para Games 2018.

Menurut Senny Marbun regulasinya jelas. Setiap atlet tidak boleh memakai pelindung atau atribun kepala apapun. "Ini aturan sudah lama, bukan baru. Kita harus menghormati regulasi tersebut,” ujar Senny.

Senny menjelaskan regulasi itu bersifat global. Tidak hanya berlaku pada Asian Para Games 2018, tapi juga event internasional lainnya.

“Jadi begini, judo itu sangat dekat satu sama lain. Apalagi, ini kategori blind. Nah, dikhawatirkan saat pergerakan dapat menyebabkan pejudo tercekik lehernya. Keselamatan jadi faktor utama federasi judo internasional dalam membuat regulasi tersebut,” tambah Senny.

Meski begitu, Senny akan melakukan evaluasi supaya insiden tersebut tidak terulang. Selain judo, ada cabor renang yang memang tidak membolehkan atribut di kepala.

Sementara itu Direktur Sport INAPGOC Fanny Irawan mengatakan polemik ini telah selesai. Semua pihak menyadari kesalahannya. "Saya salut dengan NPC yang mengakui keteledorannya dalam memahami regulasi. Pemimpin seperti Senny Marbun ini patut dijadikan tauladan. Jadi semua telah clear. Mari kita terus memberi semangata kepada para atlet kita," imbuh Fanny.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana juga menghimbau persoalan ini tidak perlu diperdebatkan. "Jangan sampai mempengaruhi semangat dan fokus atlet. Ketidakpahaman regulasi ini jadi pelajaran berharga buat kita semua," ujar Mulyana.***

wwwwww