Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Jauh dari Target, Sumbar Terendah Kedua Pemberian Vaksin Rubella se-Indonesia

Jauh dari Target, Sumbar Terendah Kedua Pemberian Vaksin Rubella se-Indonesia
ilustrasi
Senin, 08 Oktober 2018 19:34 WIB
PADANG - Hingga 5 Oktober 2018, realisasi pemberian vaksin MR di Sumbar baru mencapai 30,64 persen dari yang ditargetkan 71,28 persen.

Daerah tertinggi cakupan pemberian vaksin yang berfungsi memberi kekebalan khusus, hingga kini masih Kabupaten Mentawai dengan realisasi 83,74 persen dari jumlah penduduk daerah kepulauan tersebut. sedangkan terendah Kota Bukittinggi.

Di Indonesia, Sumbar nomor dua terendah realisasi cakupan pemberian vaksin MR setelah Aceh. Sedangkan provinsi tertinggi cakupannya, adalah Papua Barat, dengan realisasi 96,92 persen dari total penduduk.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan, masih rendahnya realisasi cakupan pelaksanaan vaksin MR karena adanya perbedaan keyakinan dari masyarakat.

“Yang jelas saya selaku Gubernur ingin semua masyarakat sehat, tapi kalau ada yang tidak mau anak-anaknya divaksin dengan alasan haram, kita juga tidak boleh memaksa. Sebab itu hak mereka. Namun yang jelas saya secara pribadi, untuk keluarga seperti anak-anak dan cucu sudah divaksin MR semua,” sebut Irwan Prayitno usai kegiatan rakor BBPOM Padang bersama instansi terkait, Jumat (7/10/2018).

Dijelaskannya, saat ini sudah ada edaran dari Menteri Kesehatan yang mengharuskan vaksin untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Ditambah pula keluarnya fatwa MUI, yang membolehkan vaksin MR dengan alasan kondisi darurat.

“Kami pun membuat edaran agar pemberian vaksin MR dilakukan oleh kabupaten/kota, tentunya merujuk ke edaran Menkes dan Fatwa MUI tadi,” tegasnya seperti diberitakan topsatu.com.

Menurutnya, pemerintah sudah mengajak dan mengimbau masyarakat memberi vaksin MR, tapi ketika ada anak yang tidak divaksin terjangkit virus Rubella, maka masyarakat diminta untuk tidak menyalahkan pemerintah.

“Jauh-jauh hari kami sudah mengajak, mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksin MR. Jadi jangan salahkan kami kalau nantinya ada anak yang terjangkit karena tidak divaksin orangtuanya,” terang Irwan.

Lebih jauh dikatakannya, saat ini kondisi perkembangan kasus Rubella di Indonesia khususnya Sumbar adalah darurat.

“Kalau dalam kondisi darurat, babi pun dibolehkan jika seandainya tidak ada pilihan. Sekarang ini baru ada vaksin MR untuk mencegah virus Rubella. Kalau ada pilihan lain dan tidak mengandung unsur haram, pasti pemerintah menggunakan vaksin halal dimaksud,” sambungnya.

Irwan sendiri, sebagai orang nomorsatu di Sumbar tidak mau ambil risiko akan bahaya virus Rubella bagi keluarga besarnya. Atas alasan itulah seluruh anak dan cucunya diberi vaksin MR.

Senada dengan gubernur, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday pun mengakui belum maksimalnya realisasi pelaksaan pemberian vaksin MR karena masih rendahnya pemahaman orangtua tentang manfaat vaksin bagi anak-anaknya. ***

Editor:arie rf
Sumber:topsatu.com
Kategori:PON, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww