Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Oknum Banser Bakar Bendera Tauhid, MUI: Itu Penghinaan terhadap Islam

Oknum Banser Bakar Bendera Tauhid, MUI: Itu Penghinaan terhadap Islam
Silaturahmi MUI dengan ormas islam di Jakarta. (GoNews.co)
Rabu, 24 Oktober 2018 21:10 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta KH Munahar Muchtar menilai, pembakaran bendera Tauhid di Garut masuk katagori kejahatan terhadap agama. Apalagi, pelaku bersorak sorai dan menguploadnya ke media sosial.

"Jadi tergantung manusianya. Kalau sambil ketawa-tawa, joget-joget dan sebagainya. Anda bisa lihat sendiri lah," kata Munahar ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Munahar melanjutkan, jika ingin membakar untuk menjaga nilai dan kesuciannya, pihaknya tentu menghargai.

"Itu sesuatu yang diperbolehkan. Sepertinya Al Quran darikesana kemari kita amankan. Tapi kalau dibakar sekonyong-konyong, ada semacam penghinaan. Oh itu sudah berbahaya dalam tauhid dan iman seseorang itu," tambah Munahar.

Ia menilai, Hizbut Tahrir Indonesia sudah dilarang. Namun, yang menjadi masalah, ada kelompok seperti GP Anshor yang ngotot bahwa yang dibakarnya adalah bendeta Tauhid.

"Nah ini yang harus kita berikan pemahaman ke masyarakat agar masyarakat ngerti, jangan sampai diadu domba," papar dia.

"Makanya kami minta (pelaku) ditangkap. Kalau perlu siapa intelektual dan pimpinannya. Apa ada cara mengadu domba. Makanya kita serahkan kepada aparat keamanan secara profesional," ucapnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww