Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Terima Kunjungan KAMMI Jakarta Selatan

Hidayat Nur Wahid: Perjuangan Tak Akan Berat Jika Niatnya Karena Allah

Hidayat Nur Wahid: Perjuangan Tak Akan Berat Jika Niatnya Karena Allah
Jum'at, 26 Oktober 2018 19:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan Pimpinan Daerah (PD) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III, lantai 9, Komplek Parlemen Jakarta, Jumat (26/10).

Pada kesempatan tersebut, delegasi KAMMI Jakarta Selatan dipimpin Ketuanya Muhammad Bahrudin.

Dalam pertemuan itu, Bahrudin mengundang Hidayat menjadi pembicara pada acara Kumpul Kader, yang akan diselenggarakan pada 17 November yang akan datang. Undangan terhadap Hidayat diberikan dengan pertimbangan bahwa Hidayat merupakan sosok yang sangat langka dalam dunia politik Indonesia.

Karena selain politisi, Hidayat juga dikenal sebagai da'i dan juga ilmuan.Selain menyampaikan undangan, pertemuan juga dimanfaatkan oleh KAMMI untuk berdiskusi dan meminta nasihat seputar tantangan aktivis dalam menyelesaikan tugas belajar. Juga mendengar kiat-kiat Hidayat mencapai sukses seperti yang diraih saat ini.

Menjawab pertanyaan tamunya, Hidayat antara lain mengatakan, setiap perjuangan itu pasti membutuhkan pengorbanan. Tetapi pengorbanan tersebut tidak akan terasa berat jika niatnya adalah karena Allah.

"Kalau niatnya baik, jalannya juga pasti akan baik. Asal kita bisa menerima semua tugas itu sebagai amanah, maka kita pasti akan melaksanakannya dengan perasaan senang dan ikhlas" kata Hidayat menambahkan.

Menurut Hidayat, dia tidak pernah merencanakan hidupnya menjadi seperti sekarang. Satu-satunya cita-cita yang pernah ingin diraih adalah masuk Fakultas Kedokteran UGM, agar bisa menjadi dokter. Tetapi nasib berkata lain, ia harus masuk pondok, lantas pergi ke Madinah.

"Saya tidak pernah mengeluh terhadap apa yang saya peroleh. Boleh punya cita cita, tapi kerjakan saja yang terbaik, dan terima saja hasilnya yang terbaik", kata Hidayat menambahkan.

Hidayat juga berpesan kepada tamunya, agar memanfaatkan masa kuliah untuk mencari bekal ilmu sebanyak banyaknya.

"Saat kuliah itu adalah masa emas untuk belajar dan membaca. Karena setelah bekerja, kesenangan belajar dan membaca, itu tidak biasa dilaksanakan sebebas, seperti saat jadi mahasiswa," pungkasnya. ***

wwwwww