Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Demo di DPRD Riau, Aliansi BEM Unri dan UIR Nilai Jokowi Bikin Negara tak Berdaulat

Demo di DPRD Riau, Aliansi BEM Unri dan UIR Nilai Jokowi Bikin Negara tak Berdaulat
Senin, 29 Oktober 2018 15:54 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (Unri) dan Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Riau, Pekanbaru.

Aksi ini digelar dalam rangka mengkritik kebijakan pemerintah dalam 4 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, Senin, (29/10/2018).

Selama periode pemerintahan tersebut, massa aksi mahasiswa menilai bahwa masih banyak aspek di negara Republik Indonesia yang tidak berdaulat. Seperti kesejahteraan ekonomi pedagang, kesejahteraan nelayan, hukum dan sebagainya.

"Banyak aspek dari pemerintahan yang belum berdaulat, meskipun kita sudah puluhan tahun merdeka. Seperti subsidi yang katanya tidak akan dicabut, malah dicabut dan harganya naik," ujar salah satu koordinator.

Sementara itu, massa juga nyaris bentrok karena tidak diperbolehkan memasuki gedung DPRD, agar dapat menggunakan masjid untuk sholat. Massa pun menuding hal ini merupakan pengekangan terhadap kebebasan beribadah.

Hingga berita ini ditulis, massa masih melakukan aksi dan memaksa masuk kedewan. ***

wwwwww