Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua MPR: Masyarakat Harus Berpartisipasi Dalam Kontestasi Politik

Ketua MPR: Masyarakat Harus Berpartisipasi Dalam Kontestasi Politik
Selasa, 30 Oktober 2018 18:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PADANG - Dihadapan ulama dan tokoh Masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan, masalah pemilihan presiden pada 17 April 2019, bukan semata persoalan Joko Widodo dan Prabowo saja. Tetapi masalah pilpres adalah persoalan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu seluruh bangsa Indonesia harus terlibat dalam pemilihan presiden, tanpa terkecuali.

"Kita sudah sepakat untuk memilih demokrasi adalah cara kita dalam menentukan pemimpin. Karena itu seluruh masyarakat harus ikut andil dalam menentukan pemimpinnya. Tidak boleh ada satu orangpun yang melewatkan kesempatan itu, karena pilihan kita menentukan wajah Indonesia ke depan," kata Zulkifli Hasan.

Pernyataan itu dikemukakan Ketua MPR ketika memberikan sambutan pada acara Temu Tokoh, Ulama dan Cendekiawan dengan Ketua MPR. Acara itu berlangsung di Hotel Mercure Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (29/10).

Untuk memilih pemimpin yang baik, kata Ketua MPR kuncinya adalah rakyat harus paham. Karena sesungguhnya, dalam negara demokrasi, rakyatlah yang berdaulat dan berkuasa. Karena itu rakyat harus paham bahwa dirinyalah yang sesungguhnya berkuasa.

"Dalam kehidupan kita, semua terkait dengan keputusan politik. Di Turki dulu tidak boleh melaksanakan salat Jumat, sehingga banyak masjid yang tutup, itu karena keputusan politik. Demikian juga kaum perempuan Turki sempat kesulitan mengenakan hijab itu juga terkait dengan keputusan politik. Intinya tidak ada yang tidak bisa lepas dari keputusan politik, memilih presiden, gubernur, bupati dan walikota, semua adalah keputusan politik. Karena itu tentukan lah pilihan pemimpinmu dengan bijaksana," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Zulkifli juga mengingatkan, pemilihan presiden itu sesungguhnya adalah pilihan diantara sesama teman. Karena itu tidak perlu ada pertikaian, perselisihan dan keributan. Tetapi lakukanlah pemilihan dengan cara-cara pertemanan perdamaian dan perkawanan. Yaitu pemilihan yang friendly. ***

wwwwww