Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Badminton

Pesawat Lion Air Jatuh, Pimpinan MPR Mahyudin Ucapkan Duka Mendalam

Pesawat Lion Air Jatuh, Pimpinan MPR Mahyudin Ucapkan Duka Mendalam
Selasa, 30 Oktober 2018 18:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SAMARINDA - Musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 berpenumpang 189 orang termasuk kru pesawat rute Jakarta - Pangkal Pinang, Senin, 29 Oktober 2018 pukul 06.33 WIB mengundang simpati dan duka mendalam rakyat Indonesia.

Ucapan rasa dukapun muncul dari berbagai elemen masyarakat di berbagai media massa dan media sosial. Dari kota Samarinda, Kalimantan Timur, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.

"Saya turut sangat berduka atas korban meninggal dari musibah tersebut, semoga amal ibadah mereka diterima Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kesabaran serta ketabahan," ucapnya, usai gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR, di kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (30/10/2018).

Dalam kesempatan itu Mahyudin juga sangat mengapresiasi kerja cepat pihak-pihak yang berwenang seperti Basarnas, TNI, Polri, KNKT dan pihak-pihak lain dalam penanganan musibah tersebut.

"Untuk saat ini biarlah mereka bekerja melakukan berbagai hal seperti search and rescue, investigasi dan identifikasi dan pada akhirnya akan keluar hasil mengapa dan penyebab kecelakaan tersebut terjadi. Kita yang tidak paham atau awam jangan lantas berspekulasi macam-macam, komen macam-macam, jangan posting gambar dan kabar-kabar hoax," ujarnya.

Musibah ini, lanjut Mahyudin memang memukul dunia penerbangan Indonesia.

"Baru kemarin bulan Juni 2018 European Commission mewakili Uni Eropa resmi mencabut larangan terbang untuk seluruh maskapai penerbangan asal Indonesia. Mudah-mudahan pelarangan tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Mahyudin berharap agar pencarian dan identifikasi para korban cepat dilakukan agar keluarga para korban tenang dan investigasi cepat selesai dan dicari solusinya agar kejadian tidak terulang kembali.

Seperti di beritakan sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta Pangkal Pinang pada hari senin, 29 Oktober 2018 hilang kontak tak lama sekitar 13 menit setelah take off dari bandara internasional Soekarno Hatta, Banten, dan dinyatakan jatuh di perairan Karawang. ***

wwwwww