Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Kenaikan Harga Cabai Merah di Riau Sumbang Inflasi Oktober

Kenaikan Harga Cabai Merah di Riau Sumbang Inflasi Oktober
Kamis, 01 November 2018 14:05 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kenaikan harga pada komoditas cabai merah di Provinsi Riau selama sebulan kemarin menyumbang inflasi bulan Oktober 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, bahwa pada Oktober 2018, Riau mengalami inflasi sebesar 0,43 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,72.

"Dari 3 kota IHK di Riau, dua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,46 persen, Dumai 0,50 persen. Sedangkan Tembilahan deflasi 0,04 persen," kata Aden di Pekanbaru, Kamis (1/11/2018).

lnflasi ini, kata Aden, terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,44 persen, diikuti kelompok sandang 0,34 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,31 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan kelompok kesehatan masing mastng sebesar 0,20 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen.

Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen.

"Komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau diantaranya cabai merah, beras, rokok kretek filter, rokok kretek, bensin, pasir, dan ikan serai," urainya.

Sementara, komoditas yang memberi andil deflasi antara Iain daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, kerimun, dan Iain-lain. ***

wwwwww