Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

BNN Benarkan Rebusan Pembalut Berefek Nge-fly seperti Narkoba

BNN Benarkan Rebusan Pembalut Berefek Nge-fly seperti Narkoba
Kamis, 08 November 2018 15:49 WIB
JAKARTA – Badan Narkotika Nasional Jawa Tengah mendesak jajaran pemerintah daerah terlibat menangani temuan kasus mabuk pembalut bekas di kalangan remaja di provinsi itu. Apalagi kasus mabuk rebusan pembalut bekas didominasi kalangan anak-anak jalanan.

"Seluruh instansi Pemda kami desak untuk terlibat, tidak hanya BNN, karena penanganannya harus komprehensif," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNN Jawa Tengah, Ajun Komisaris Besar Polisi Suprinarto, seperti dilansir GoNews.co dari VIVA pada Kamis, 8 November 2018.

Keterlibatan pemerintah daerah, Suprinarto menjelaskan, penting karena mereka memiliki tugas pokok objek dalam kasus penyimpangan penggunaan pembalut bekas itu. BNN berperan memberikan rekomendasi atas temuan di lapangan.

Sebut saja perilaku menyimpang itu didominasi anak-anak jalanan, maka Dinas Sosial setempat harus langsung menangani. Dinas Kesehatan di tiap kabupaten/kota juga harus turun untuk meneliti dan memberikan rekomendasi terhadap bahayanya.

"Penggunanya kan anak jalanan. Nah, stakeholder (semua unsur pemerintah) yang menangani siapa di sana. Mereka harus gerak. Lalu untuk tahu kandungan zat-zatnya maka dinas apa yang menangani," katanya.

BNN juga telah merangkul psikolog untuk mengurai fenomena penyimpangan penggunaan pembalut bekas yang memberi efek memabukkan itu. Namun dukungan pemerintah daerah penting untuk memastikan masyarakat bisa hidup sehat dan jauh dari perilaku menyimpang.

"Secara faktual efeknya kan nge-fly (mabuk) seperti pengguna narkotika. Maka penanganan komprehensif semua pihak bisa berkoordinasi. Pemda harus melakukan langkah dan kepedulian. Masalah ini bukan masalah BNN saja, tapi masalah bangsa dan semua," ujar Suprinarto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Viva.co.id
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww