Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Tak Bisa Angkut Hasil Panen, Akses Jalan Kebun KKPA Dihalangi Truk PT Safari Riau

Tak Bisa Angkut Hasil Panen, Akses Jalan Kebun KKPA Dihalangi Truk PT Safari Riau
Kondisi jalan kebun KKPA PT Safari Riau yang ditutup menggunakan dua unit truk, Kamis (8/11/2018).
Kamis, 08 November 2018 15:11 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Tak hanya kebun Koperasi Primer Anggota (KKPA) masyarakat Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras yang tak kunjung diserahkan oleh PT Safari Riau. Ternyata perusahaan juga menutup akses jalan kebun KKPA.

"Akses jalan KKPA juga ditutup oleh perusahaan," kata Amri, salah satu anggota KKPA Desa Terantang Manuk, Kamis (8/11/2018).

Sembari menunjukkan lokasi jalan KKPA yang ditutup oleh perusahaan, Amri mengatakan masyarakat tidak akan menghentikan aksinya hingga tuntutan dipenuhi.

"KKPA ini sudah jalan sekitar 10 tahun lebih, tapi tidak juga ada kejelasan dari perusahaan. Sertipikat sudah kita dipegang, tapi pengusaan kebun tidak diserahkan," jelasnya.

Menurut Amri, padahal sejak umur tiga tahun kebun kelapa sawit sudah mulai berproduksi. Secara hitung-hitungan masyarakat tidak lagi mempunyai hutang kepada perusahaan.

"Padahal umur 3 tahun sudah produksi dan utang sudah diangsur. Sebenarnya sudah tak ada sangkutan utang piutang sehingga tak ada alasan perusahaan menahan lahan," tandasnya.

Pantauan GoRiau di lokasi, ratusan anggota KKPA Desa Terantang Manuk menggelar aksi dengan mendirikan tenda dekat pos pintu masuk perusahaan, mereka mendirikan tenda sejak Senin (5/11/2018) kemarin.

Tidak hanya para orang tua, mereka juga turut membawa seluruh anggota keluarganya. Selain menginap ditenda, anggota KKPA ini juga memasak di tenda yang dijadikan berteduh. ***

Kategori:Badminton, Riau
wwwwww