Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah: Terlalu Cepat Mendefinisikan Pahlawan Anti Hoax

Fahri Hamzah: Terlalu Cepat Mendefinisikan Pahlawan Anti Hoax
Minggu, 11 November 2018 00:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Munculnya keinginan untuk mendefinisikan pahlawan dengan definisi baru, seperti anti hoax dan lainnya, dinilai terlalu cepat oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Alasan dia, karena masyarakat belum terlalu mendalami atau mengendapkan dalam perasaan dan pikiran tentang nilai-nilai kepahlawanan sesungguhnya seperti keberanian, kesukarelawanan, kemudian dedikasi, pengabdian, kekuatan hati, kemantapan dan idealisme.

"Tentunya yang ada pada mereka (para pahlawan), yang berjuang tanpa pamrih untuk kemerdekaan Indonesia," kata Fahri Hamzah melalui pesan singkatnya yang diterima wartawan, Sabtu (10/11/2018).

Jadi,lanjut Fahri Hamzah, internalisasi nilai-nilai itu yang diendapkan di dalam diri suatu bangsa, itu lebih penting untuk diutamakan terlebih dahulu, sebelum kita terjebak pada penciptaan definisi-definisi kepahlawanan baru yang kadang-kadang terlalu dilumuri oleh propaganda yang sebetulnya kadang-kadang bias oleh kepentingan rezim yang sedang berkuasa.

"Jadi, jangan karena rezim ini punya musuh yang tidak sanggup diatasinya, lalu rakyat dipaksa untuk menyetujui bahwa melawan musuh penguasa itu sebagai kepahlawanan," ucap politisi dari PKS itu lagi.

Padahal, kita akhirnya menjadi korban dari ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah itu. Seperti memperjuangkan pluralisme, keadilan, membela kebenaran dan anti kriminalisasi, menciptakan lapangan pekerjaan, mengatasi kemiskinan dan lainnya itu sebenarnya fungsi negara.

"Jangan gara-gara negara atau pemerintah gagal mengatasi itu, lalu kita dipaksa utk membuat definisi baru tentang kepahlawanan itu yang akhirnya bias, penguasa mengandung propaganda," ujarnya.

Jadi, masih menurut Fahri Hamzah, lebih baik bangsa ini kembali kenilai dasarnya lebih dahulu, karena itu yang membuat bangsa ini tidak meleset dan itu payungnya. Kalau itu ada pada negara atau pemerintah, dirinya yakin itu otomatis akan menjadi milik rakyat, dan beban-beban itu akan ditanggung bersama.

"Kita ini bangsa pemikul beban, dan salah satu watak pahlawan yang sangat penting adalah kesukarelawanannya dan kemampua nya memikul beban orang. Saya kira itu yang esensial, daripada kita terlalu spesifik," pungkasnya.***

wwwwww