Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

PP/PB Diharapkan Tingkatkan Prestasi Atlet Muda

PP/PB Diharapkan Tingkatkan Prestasi Atlet Muda
Plt Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima
Selasa, 13 November 2018 23:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berharap pengurus induk organisasi olahraga (PB/PP) meningkatkan pembinaan prestasi atlet muda sehingga kedepan dapat meningkatkan lebih banyak Atlit yang lolos Kualifikasi untuk Youth Olympic Games Indonesia.

Youth Olympic Games ke 3 di Buenos Aires yang baru saja selesai pada tanggal 18 Oktober 2018, mempertandingkan 32 cabang olahraga (cabor) dengan 241 nomor. Indonesia hanya lolos kualifikasi pada 8 cabang olahraga (cabor), yaitu : Atletik, Angkat besi, Bulu tangkis, Renang, Basket, Holf, Volley Beach, Shooting, Dan, Kontingen Indonesia hanya berjumlah 18 atlet. 

"KOI berharap PP/PB terus menigkatkan pembinaan atlet muda. Peningkatan jumlah atlet muda ini," kata Hellen. 

Menurut Hellen, program pembinaan atlet muda tersebut sangat penting dalam rangka regenerasi atlet. Jadi, ke dekan, Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik lagi pada SEA Games, Asian Games, maupun Olympic Games.

"Masalah Skill dan Power atlet adalah hal yang sangat penting yang perlu mendapat perhatian yang serius," jelas Hellen yang lulus Executive Master in Sports Organization Management (Memos) baru-baru ini.

Pada Youth Olympic Games 2018, Indonesia hanya meraih satu perunggu yang dipersembahkan lifter Remaja Putri Nur Vinatasari. Lifter asal Lampung yang turun di kelas 53kg berhak atas medali perunggu setelah menempati posisi ketiga dengan total angkatan 162kg (Snatch 72kg, Clean And Jerk 90kg).

"Saya senang bisa mempersembahkan medali perunggu. Kuncinya adalah kerja keras dan jangan pernah putus asa dan selalu disiplin dalam melakukan segala hal," kata Nur Vinatasari yang ingin tampil di Olimpiade Tokyo 2020. ***

wwwwww