Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir Makin Meluas di Inhu, Kuala Cenaku Diperkirakan Terparah

Banjir Makin Meluas di Inhu, Kuala Cenaku Diperkirakan Terparah
Warga mulai mengungsi
Rabu, 14 November 2018 01:17 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Bencana banjir akibat luapan Sungai Indragiri di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau telah menyengsarakan ribuan warga yang berdomisili di seputaran DAS (Daerah Aliran Sungai) daerah itu.

Dua orang meninggal dunia, ratusan rumah penduduk serta areal pertanian dan perkebunan warga di beberapa desa juga terendam banjir.

Dari pantauan GoRiau.com, Selasa (13/11/2018), kondisi terparah yang direndam banjir saat ini, terjadi di Kecamatan Kuala Cenaku. Tepatnya di Desa Pulau Gelang, Suka Jadi dan beberapa desa lainnya.

Kendati demikian, pemerintah daerah tak kunjung melakukan evakuasi dan menurunkan bantuan untuk korban banjir tersebut. Padahal, masyarakat sangat membutuhkan dan menanti datangnya bantuan sembako dari pemerintah.

"Sebelum merendam rumah kami, banjir sudah lebih dulu merendam areal pertanian dan kebun kami. Banjir telah meluluh lantakkan mata pencaharian kami", ujar Hardi, warga Desa Suka Jadi, Kecamatan Kuala Cenaku kepada GoRiau.com.

Sebagai korban bencana banjir, dirinya bersama korban lain sangat menantikan bantuan sembako dan tenda pengungsian dari pemerintah daerah.

"Kami tidak bisa lagi mencari nafkah, semuanya sudah terendam. Maka dari itu, kami berharap pemerintah daerah dapat meringankan beban kami dengan mengirimkan bantuan untuk kami korban banjir", tuturnya berharap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KPBD Inhu masih belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi. Dan dari pengakuan beberapa korban banjir lainnya, jumlah areal pertanian dan perkebunan warga yang terendam mencapai ribuan hektar. Untuk ketinggian air saat ini diperkirakan mencapai 1 meter. ***

wwwwww