Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Dualisme Kepengurusan, Atlet Tenis Meja dan Tarung Derajat 'Terancam' Tidak Dapat Bantuan Dana dari KONI Riau

Dualisme Kepengurusan, Atlet Tenis Meja dan Tarung Derajat Terancam Tidak Dapat Bantuan Dana dari KONI Riau
Rabu, 14 November 2018 17:29 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Sejumlah atlet dari cabang olahraga (cabor) tenis meja dan tarung derajat 'terancam' tidak mendapat bantuan pendanaan untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional dari KONI Riau.

KONI Riau mengambil kebijakan untuk menunda pemberian bantuan dana untuk atlet dari dua cabor tersebut karena adanya dualisme kepengurusan yang tidak hanya dari pengurus provinsi (pengprov) namun juga ditingkat pengurus pusat.

Hal itu dikatakan Sekum KONI Riau, Deni Ermanto saat berbincang dengan GoRiau.com, Rabu (14/11/2018) siang di ruang kerjanya. "Kita pending dulu bantuannya sampai dualisme ini selesai," ucapnya.

Deni melanjutkan, bantuan pendanaan terhadap atlet dua cabor itu sengaja ditunda. Sebab, jika tetap diberikan, akan menjadi problem dikemudian hari terkait dengan pertanggungjawaban admistrasi bantuan tersebut.

"Dari dualisme ini, nama-nama atlet yang diajukan sama, hanya pengprovnya saja yang berbeda. Setiap pengprov sama-sama mengajukan, ini nanti bisa sulit untuk pertanggungjawabannya nanti," tuturnya.

Terkait dengan permasalahan dualisme kepengurusan ini, Deni mengungkapkan, KONI Riau akan menyerahkan sepenuhnya kepada KONI pusat dan juga Baori. Karena permasalahan dualisme ini berada di pusat dan mengakar ke provinsi.

"Kita berharap, permasalahan dualisme ini bisa segera diselesaikan. Hal ini untuk mencegah terganggunya proses pembinaan atlet dari dua cabor tersebut," pungkasnya. ***

wwwwww