Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Ini Pesan Whatsapp Terakhir Dufi ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas di Dalam Drum

Ini Pesan Whatsapp Terakhir Dufi ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas di Dalam Drum
Proses pemakaman almarhum. (istimewa)
Senin, 19 November 2018 18:21 WIB
JAKARTA - Bayu Yuniarti Hendriani, istri dari almarhum Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi masih mengenang isi perbincangan terakhirnya dengan suami via aplikasi Whatsapp.

Perbincangan terakhir antara Dufi dan Bayu Yuniarti Hendriani terjadi pada Jumat (16/11/2018) lalu.

Menurut adik dari Dufi, Muhammad Ali Ramdoni, kakaknya mengabarkan akan berangkat kerja menumpang kereta api listrik dari Stasiun Rawa Buntu kepada istrinya di hari Jumat.


"Komunikasi terakhir dengan istrinya bahwa dia mau ke kantor naik krl. Mobil diparkir di stasiun Rawa Buntu," ujar Doni, begitu ia biasa disapa, di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

"WA terakhir yang disampaikan kepada istrinya, dan diperlihatkan ke kami dan pihak kepolisian bahwa beliau bilang ma, saya sudah distasiun, mobil diparkir. Dimana (sang istri bertanya)? Rawabuntu (jawaban Dufi)," kata Doni menirukan perbincangan itu.

Ia juga mengatakan perbincangan terakhir itu terjadi pada pukul 09.30 atau 10.00 WIB. Setelah itu, Doni menyebut tak ada lagi komunikasi dari almarhum kepada sang istri.

"Itu hari Jumat, jam setengah 10 atau jam 10 pagi. Sempet komunikasi terakhir. Nah itu sudah tidak ada (komunikasi) lagi setelah itu," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pihak keluarga almarhum Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, menceritakan bagaimana awal mereka menerima kabar meninggalnya almarhum.

Muhammad Ali Ramdoni atau Doni, adik kandung Dufi, mengatakan dirinya menerima kabar yang meruntuhkan dunianya itu dari istri almarhum, yakni Bayu Yuniarti Hendriani.

Ia bercerita jika dirinya ditelepon oleh Yuniarti pada hari Minggu atau Ahad (18/11/2018). Dufi disebut sang istri sudah tidak pulang selama dua hari.

"Pada hari Ahad, kami sebagai adiknya ditelepon oleh istri almarhum bahwa almarhum sudah dua hari nggak pulang," ujar Doni, di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

Awalnya ia mengira itu hanyalah kekhawatiran biasa, sebab almarhum memang kerap bekerja melebihi batas waktu jam kerja pada umumnya.

Doni mengatakan Dufi biasa akan pulang pada Sabtu atau Minggu pagi usai bekerja lembur atau melebihi waktu.

Tapi dirinya kaget lantaran adanya pihak kepolisian yang menyambangi kediaman keluarga Dufi di Tangerang.

"Saya tidak bisa menduga apapun, saya cuma tanya pihak kepolisian, pak ada apa dengan kakak saya?," katanya.

Kala itu polisi hanya mengatakan pihaknya telah menunggu kedatangan keluarga di Serpong.

Saat datang, kata dia, akhirnya pihak kepolisian menyampaikan apa yang mereka lihat di tkp bahwa ditemukan jenazah pria yang diduga Dufi dalam tong plastik.

Doni mengaku tak percaya pada awalnya, namun pihak kepolisian meyakinkan bahwa bekerja secara profesional dan memiliki tim ahli yang dapat memastikan yang bersangkutan adalah almarhum.

"Maka untuk memastikan pihak Polsek Klapanunggal mengajak kami identifikasi ke RS Polri dan memastikan itu betul adalah kakak kami," kata dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tribunews
Kategori:DKI Jakarta, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww