Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
13 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
15 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
11 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
8 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
7 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Badminton

PSI Tolak Perda Syariah, Mansyur HS: Harusnya Lihat Dulu Substansinya

PSI Tolak Perda Syariah, Mansyur HS: Harusnya Lihat Dulu Substansinya
Mansyur HS
Selasa, 20 November 2018 00:29 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Mansyur HS mengaku sangat menyayangkan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang akan menolak semua peraturan daerah (Perda) berlandasakan agama, termasuk Perda Syariah.

''Kenapa perlu ada penolakan. Harusnya lihat dulu substansi Perda itu seperti apa,'' ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Senin (19/11/2018) sore.

Padahal, lanjut Mansyur, kepentingan hidup beragama sudah jelas diatur dalam Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 Pasal 29 sebagai konstitusi Indonesia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, penolakan terhadap Perda berlandaskan agama ini tentu sulit bagi daerah-daerah mayoritas, seperti agama Islam di Aceh, dan Kristen di Papua.

Lebih lanjut, legislator kelahiran 1963 ini menilai bahwa kelompok tersebut ingin menggiring Indonesia menjadi negara sekuler.

''Artinya mau memisahkan agama dengan negara, kan tidak mungkin. Makanya sangat disayangkan jika ada yang menolak Perda berlandaskan agama,'' tambahnya lagi.

Sebelumnya, penolakan Ketua Umum PSI, Grace Natalie terhadap Perda berlandaskan agama ditegaskannya dalam sambutan yang ia sampaikan untuk peringatan hari ulang tahun keempat PSI, di ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11/2018) lalu. ***

wwwwww