Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

Cegah Penyakit Stunting di Siak, Rasidah Ajak Ibu Hamil dan Menyusui Makan Ikan

Cegah Penyakit Stunting di Siak, Rasidah Ajak Ibu Hamil dan Menyusui Makan Ikan
Ketua Forikan Kabupaten Siak, Rasidah kampanyekan gemarikan kepada masyarakat Siak.
Rabu, 21 November 2018 21:18 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Tidak hanya menteri Susi saja yang getol mengajak masyarakat Indonesia untuk gemar memakan ikan. Istri wakil bupati Siak, Rasidah juga demikian. Dia tak pernah berhenti mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kecamatan Siak.

"Ibu hamil dan yang menyusui wajib makan ikan untuk mencegah terjadinya penyakit stunting pada anak," kata Ketua Forikan Kabupaten Siak, Rasidah di hadapan ibu-ibu kampung Suak Lanjut, Rabu (21/11/2018).

Dijelaskan Rasidah, stunting ini akibat kurangnya nutrisi pada 1000 hari pertama anak dan ini bisa dicegah, salah satunya dengan cara rajin mengkonsumsi ikan.

Sebab, di dalam ikan mengandung protein berkualitas seperti Omega-3, mengandung lemak rendah dan mengandung nitrogen yang berperan dalam tumbuh kembang sel otak dengan baik.

Agar anak-anak di kabupaten Siak lahir dengan normal, sehat dan cerdas, Forikan Kabupaten Siak bekerja sama dengan PT Bumi Siak Pusako melaksanakan kampanye gemarikan di Kampung Suak Lanjut itu.

"Kegiatan ini, dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat agar gemar makan ikan dalam jumlah yang cukup setiap hari," kata Rasidah lagi.

Sementara Rois Marsela selaku narasumber menyampaikan bahwasanya penderita stunting pada anak otomatis pertumbuhannya lambat, kemudian usia 8-10 tahun anak menjadi pendiam dan IQ nya rendah.

Stunting terjadi sejak dari dalam kandungan dan akan nampak di usia 2 tahun atau 1000 hari kehidupan. "Menurut data dari kementerian kesehatan 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting, ini harus kita waspadai," ujarnya.

Bahaya dari penderita stunting ini adalah otak anak sulit berkembang, dan gampang sakit. Oleh karena itu ibu-ibu hamil agar menjaga nutrisi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

Untuk mencegah stunting kata Rois, bisa dilakukan dengan cara menjaga kebersihan sanitasi, pola hidup bersih dan sehat, pemberian imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan pola makan yang berimbang dengan gizi yang cukup.

“Mari kita dukung anak-anak kabupaten Siak agar tumbuh sehat dan cerdas, beri mereka asupan makanan yang baik dan sehat seperti ikan, sayuran dan susu. Jadikan mereka generasi bangsa yang cerdas berprestasi demi masa depan yang gemilang,” pungkasnya.***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww