Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

Polwan Cantik Ini Jadi Peran Pengganti Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Polwan Cantik Ini Jadi Peran Pengganti Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Rekonstruksi pembunuhan di Bekasi. (Karundeng)
Rabu, 21 November 2018 20:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga Pondok Melati, Bekasi Kota, Rabu (21/11/2018).

Polwan cantik bernama Iptu Vebry Syintia Yunindra (27) menjadi peran pengganti korban bernama Maya Ambarita.

Iptu Vebry pun tampak profesional saat menjalani tugasnya. Ia mengaku diminta oleh pimpinannya untuk menjadi peran pengganti dalam rekonstruksi kasus yang terbilang sadis itu. "Ya itu sudah perintah pimpinan, ya kita harus melaksanakan sebaik-baiknya," ucapnya di lokasi rekonstruksi.

Wanita angkatan 2012 Akademi Kepolisian ini mengaku jika ia baru kali ini ditunjuk untuk menjadi peran pengganti dalam rekonstruksi. Ia biasanya terjun ke dunia penyidikan.

"Baru kali ini. Tapi sebenarnya itu simpel ya. Cuman sebagai korban, dan apapun yang dilakukan sesuai dengan adegan nyata dari tersangka," katanya.

Anggota Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu melanjutkan, ia cukup sedih saat menjadi peran pengganti kasus tersebut. Ia merasa berada di posisi korban, dibunuh secara sadis oleh tersangka, Haris Simamora

"Kesal karena kasihan sama korbannya ya. Setega itu kan. Dipukul terus ditusuk leher, terus darah muncrat kemana-mana. Kalau orang awam yang biasanya tidak pernah ngelihat pasti kaget," ujarnya.

Terlepas dari itu, Vebry menganggap hal tersebut merupakan suka duka menjadi anggota polisi. Ia sendiri sudah enam tahun lamanya menjadi anggota polisi. Memilih menjadi polisi merupakan cita-citanya sejak kecil.

"Saya lulus 2012. Berarti sudah enam tahun (jadi polisi). Sekarang di Krimsus Subdit Indag," tandasnya.

Sebelumnya, pembunuhan satu keluarga membuat geger warga Bekasi. Diperum Nainggolan (38) dan istri, Maya boru Ambarita, ditemukan tewas berdarah-darah di ruang tengah rumah kontrakan mereka di Jalan Nangka, Pondok Melati, Bekasi Kota, Selasa (13/11/2018). Dua anak mereka, perempuan 9 tahun dan lelaki 7 tahun, ditemukan tak bernyawa di kamar

Polisi telah memeriksa 12 saksi, termasuk tiga tetangga dan kerabat korban. Mobil Nissan X-Trail silver yang dibawa kabur pelaku ditemukan di depan rumah kos tersangka di Cikarang, Rabu (14/11/2018).

Polisi berhasil menangkap Haris Simamora, tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Haris ditangkap ditempat persembunyiannya di sebuah saung di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.***

wwwwww