Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton

HNW: Indonesia Bangsa yang Memiliki Banyak Keunggulan

HNW: Indonesia Bangsa yang Memiliki Banyak Keunggulan
Jum'at, 23 November 2018 20:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Siti Hadiyah warga Kelurahan Pondok Labu Jakarta Selatan menyampaikan keluhannya. Dengan nada yang parau, dia mengaku bingung bagaimana caranya menanamkan rasa nasionalisme kepada anaknya.

Sebagai warga negara, Hadiyah mengaku tak ingin melihat anaknya tumbuh tanpa rasa nasionalisme.

"Mohon Bapak Hidayat Nur Wahid berkenan mengajarkan kepada saya bagaimana mendidik rasa nasionalisme kepada anak. Saya percaya, Bapak sebagai pimpinan MPR, adalah orang yang tepat menjawab pertanyaan ini", kata Hadiyah kepada pimpinan MPR, saat sesi tanya jawab, pada acara dialog kebangsaan dan temu tokoh Nasional. Acara tersebut berlangsung di lapangan tenis, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (22/12) malam.

Dialog kebangsaan tersebut merupakan kerjasama antara MPR RI dengan Yayasan Insan Karya Guna. Menjawab pertanyaan tersebut, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid antara lain mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak keunggulan. Karena itu seluruh masyarakat Indonesia harus senantiasa bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah SWT.

Alam Indonesia, kata Hidayat memiliki banyak keunggulan dibanding negara-negara lain di dunia. Dibandingkan dengan benua Afrika misalnya, di padang pasir Afrika, udara sangat terik. Suhunya sangat panas. Sedangkan di negara-negara Eropa, saat salju turun hawanya sangat dingin. Sehingga harus mengenakan pakaian berlapis-lapis.

"Kita bisa tinggal di Indonesia dengan nyaman. Tidak perlu pendingin yang ekstra, atau pakaian berhelai-helai. Saat kemarau, panasnya jauh di bawah Padang pasir. Dan waktu hujan, tidak membuat dingin seekstrim negara-negara kawasan Eropa," kata Hidayat.

Di Indonesia lanjut dia, umat Islam biasa berpuasa antara 12-13 jam. Tapi di kutub, waktu Subuh bisa tiba pada pukul 02.00 dinihari. Dan isya jam 24, artinya, masyarakat kutub harus berpuasa jauh lebih lama dibanding Indonesia.

"Terlebih lagi soal makanan. Soto misalnya, kita memiliki banyak makanan jenis ini, mulai soto Betawi, soto Kudus, Coto Makasar soto Madura dan yang lainnya. Krupuk, kita jauh lebih beragam dibanding India yang katanya memiliki beragam makanan. Semua itu harus kita kenali dan bangga, sehingga membantu kita untuk memiliki rasa nasionalisme serta cinta tanah air," pungkasnya.***

wwwwww