Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
21 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
8 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
6
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Wakil Ketua DPD Apresiasi Terbentuknya Batak Center

Wakil Ketua DPD Apresiasi Terbentuknya Batak Center
Sabtu, 24 November 2018 21:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua II DPD RI Damayanti Lubis mengapresiasi pembentukan Batak Center sebagai wadah pelestarian, pengembangan dan kepentingan budaya Batak. Bahkan, menjadi pemberdayaan masyarakat maupun generasi muda Batak.

"Melalui Batak Center, masyarakat Batak dapat terlibat dalam proses dan upaya untuk memperkuat budaya, dan melestarikan budaya Batak. Menjaga generasi muda Batak agar tidak terkontaminasi budaya yang negative seiring perkembangan zaman dan kencangnya gempuran globalisasi," ucap Darmayanti, Sabtu (24/11/2018).

Menurutnya, arah pembentukan Batak Center bukan untuk melakukan segregasi sosial yang lebih tajam berdasarkan kesukuan. Tetapi justru untuk mempererat persaudaraan NKRI dan menjunjung falsafah Bhineka Tunggal Ika.

"Batak Center ikut terlibat dalam menyatukan seluruh masyarakat Sumatera Utara di tanah rantau," tandasnya.

Senator asal Sumatera Utara itu menambahkan, Komposisi kepengurusan Batak Center wajib heterogen. Terdiri dari berbagai kalangan dan latar belakang serta agama yang berbeda-beda.

"Batak Center mampu ikut terlibat menciptakan 'kesamaan gender' antara perempuan dan laki-laki, apalagi budaya patriarki sangat dominan dalam budaya Batak," harap dia.

Darmayanti juga menjelaskan bahwa hal tersebut harus diciptakan sehingga perempuan-perempuan Batak bisa bersaing dengan perempuan dari suku-suku yang lain dalam bidang keilmuan dan keintelektualan. "Menjelang momentum politik 2019, berharap situasi di Sumatera Utarat berjalan dengan kondusif, baik, bersih dan adil. Keamanan menjadi prioritas," tuturnya.

Seperti diketahui, Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia, yang bermukim di seputaran Kawasan Danau Toba sampai ke pantai barat dan pantai timur Sumatera Utara. Sebelum Indonesia merdeka, orang Batak menyebut dirinya Bangsa Batak, karena ada kemandirian dalam dirinya yang cukup memberi identitas sebagai Bangsa.

Setelah Indonesia merdeka, Bangsa Batak disebut sebagai suku Batak. Perjuangan Bangsa Batak melawan penjajahan Belanda terjadi di wilayah Tapanuli tahun 1878 sampai dengan 1907 yang dipimpin oleh Raja Sisingamangaraja XII.

Tahun 1928, masyarakat Batak yang tergabung dalam Jong Batak bersama-sama pemuda dari suku lainnya menyatakan komitmen keindonesiaan melalui pernyataan bersama Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Kini, dalam perkembangannya, masyarakat Batak telah hidup menyebar ke seluruh pelosok tanah air di Indonesia maupun luar negeri yang ditandai dengan nama keluarga (marga) di belakang namanya. ***

wwwwww