Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
5 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 1 2018

Dejan Antonic : Pertandingan Memang Berat

Dejan Antonic : Pertandingan Memang Berat
Senin, 26 November 2018 23:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Borneo FC mendapatkan kemenganan dramatis atas Persela Lamongan dalam laga pekan ke-32 LIGA 1 2018. Bermain di Stadio Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin 26 November 2018, tuan rumah unggul dengan skor 3-2.

Gol kemenangan Borneo FC tercipta pada menit akhir. Itu pun melalui eksekusi penalti yang dieksekusi oleh Matias Conti. Tambahan tiga angka benar-benar membuat tim berjuluk Pesut Etam puas.

Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic sudah sejak sebelum pertandingan meyakini laga akan berat. Karena anak asuhnya tidak cuma dibebankan dengan kemampuan lawan, tapi harapan publik yang ingin melihat tim menembus tiga besar di akhir musim.

"Borneo FC sudah terbiasa dengan kemenangan dramatis. Sebelum pertandingan kami sudah tahu ini akan berat. Bukan cuma mental, juga psikologis yang kita persiapkan," ujar Dejan.

"Sekarang yang diinginkan adalah menang agar dapat posisi lebih bagus dan aman. Tidak peduli tim mau main bagus atau jelek," imbuh pelatih berusia 49 tahun tersebut.

Perjuangan anak asuhnya yang tak kenal lelah dikatakan Dejan layak untuk diapresiasi. Apalagi kini mereka menempati urutan kelima klasemen sementara, hasil yang benar-benar di luar dugaan.

"Saya dan semua orang di Samarinda harus hormat kepada para pemain karena mereka telah bekerja keras dalam situasi yang cukup berat," tutur Dejan. ***

wwwwww