Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

30 November Status Siaga Darurat Karhutla Riau akan Dicabut, Rokan Hilir Terluas Terbakar

30 November Status Siaga Darurat Karhutla Riau akan Dicabut, Rokan Hilir Terluas Terbakar
Kalaksa BPBD Riau Edward Sanger (tengah) saat melakukan pemantauan Karhutla yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau, didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto (kedua kiri).
Rabu, 28 November 2018 12:32 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau akan berakhir 30 November 2018, sejak ditetapkan 1 Juni 2018. Luas lahan yang terbakar sejak 14 Januari sampai 27 November 2018 seluas 5.776,46 hektar (ha).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger mengatakan, berakhirnya status siaga darurat ini karena menurut prediksi BMKG, curah hujan di Riau akan meningkat.

"Nanti dalam rapat koordinasi seluruh stakeholder, lusa, akan kita bahas. Rencana akan kita gantikan jadi status siaga darurat banjir," kata Edward kepada GoRiau.com, Rabu (28/11/2018).

Dikatakan Edward, sepanjang 2018, luas lahan terbakar paling luas terjadi di Kabupaten Rokan Hilir seluas 1.985,35 ha. Disusul Kabupaten Kepulauan Meranti 963,56 ha.

''Sesuai urutan, luas hutan dan lahan yang terbakar di Kabupaten Bengkalis seluas 576,95 ha, Kabupaten Indragiri Hulu seluas 576 ha, Kota Dumai seluas 512,25 ha, Kabupaten Indragiri Hilir seluas 458 ha, Kabupaten Pelalawan seluas 266,5 ha, Kabupaten Siak seluas 157,25 ha, Kabupaten Kampar seluas 127 ha, Kabupaten Rokan Hulu seluas 99 ha, Kota Pekanbaru seluas 52,6 ha, dan Kabupaten Kuantan Singingi 2 ha," jelas Edward.

Masih dikatakan Edward, kejadian karhutla terparah itu terjadi pada Januari dan Februari 2018, saat itu belum ditetapkan status. Jika dibandingkan tahun 2017, memang tahun ini kebakaran lebih luas dibandingkan tahun 2017 yang hanya sekitar 200 ha.

"Tahun ini Tim Satgas Karhutla, sudah bekerja maksimal dalam melakukan upaya pencegahan. Apalagi dukungan fasiltas yang sudah mendukung. Anggaran kita disupport dari pusat," ungkapnya. ***

wwwwww