Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Di Singapura, Polda Metro Beberkan Pengungkapan Pornografi Anak

Di Singapura, Polda Metro Beberkan Pengungkapan Pornografi Anak
Rabu, 28 November 2018 03:25 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan Polda Metro Jaya menghadiri 36th Meeting Of The Interpol Specialist Group On Crimes Against Children di Singapura, 26-29 November 2018.

"Polda Metro Jaya (Selasa 27/11/18) mendapat kesempatan untuk mempresentasikan pengungkapan kejahatan pornografi anak online dalam 36th Meeting Of The Interpol Specialist Group On Crimes Against Children di Singapura," katanya di lewat pesan singkat.

Ia menjelaskan, Polri diwakili oleh Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu dan Kompol Dhany Aryanda bersama Perwakilan DHS, Homeland Security Investigation, USA memaparkan kolaborasi kerjasama dalam kasus distribusi foto dan video dengan anak Indonesia sebagai korban yang terjadi dalam kurun waktu 2017-2018.

"Pertemuan yang diselenggarakan Interpol ini sangat penting dalam meningkatkan kerjasama antar penegak hukum di seluruh dunia dan pihak terkait dalam mengefektifkan pengungkapan tindak pidana siber bidang kejahatan pornografi anak," katanya.

Ia menjelaskan, Polri sendiri juga berperan aktif dalam satuan tugas khusus antara lain sejak 2010 bergabung di Violent Crimes Against Children Task Force (VCACTF) yg dibentuk oleh MCCU-FBI yang saat ini beranggotakan 60 negara dan terhubung dengan seluruh penyedia jasa layanan di internet.

Tiga keberhasilan pengungkapan oleh Polda Metro Jaya adalah pada tahun 2017 adalah saat mengungkap tindak pidana pornografi anak online berupa kasus kelompok LoliCandy Grup yang mmenggunakan platform Facebook, Borneo Case yang menggunakan platform Sosial Media Skype dan grup pelaku menggunakan Twitter. "Dari ketiga kasus tersebut, pelaku di Indonesia melakukan kolaborasi melalui Whatsaap dan Telegram Internasional Grup," bebernya.

"Dengan kerjasama gabungan HSI, FBI, Interpol, Polda Metro Jaya menyebar informasi terkait para pelaku lain yg tersebar di 43 negara dan dalam kasus LoliCandy Grup sekitar bulan Agustus 2018 lalu telah diamankan 2 pelaku termasuk menyita 43 handphone, 7 hard drives, 12 SD cards, and 8 USB flash drives oleh Kepolisian Guatemala yang terlibat dalam distribusi material pornografi anak tersebut," ulasnya.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menjelaskan, Ditreskrimsus melalui Subdit IV Cyber Crime terus aktif dalam bekerjasama pengungkapan kejahatan pornografi anak.

"Kami terus aktif, baik melalui jalur penegakan hukum secara Internasional melalui FBI, Interpol, HSI, juga partisipasi penyedia jasa layanan di internet dan badan organisasi lain, seperti NMEC (National Missing and Exploitation Children) juga kementerian PPA RI dalam pencegahan dan penanggulangan kejahatan pornografi anak," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww