Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Kapal KM Multi Prima Tenggelam, Basarnas Didesak Cari 7 ABK yang Hilang

Kapal KM Multi Prima Tenggelam, Basarnas Didesak Cari 7 ABK yang Hilang
Rabu, 28 November 2018 03:34 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Basarnas Pusat didesak untuk membantu pencarian 7 ABK yang hilang saat tragedi tenggelamnya kapal KM Multi Prima beberapa waktu lalu.

Hingga hari ini Rabu (28/11/2018) Tim Sar Mataram belum bisa menemukan tujuh orang ABK KM Multi Prima 1 yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Kapoposang Bali, utara perairan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Salah satu keluarga korban, Ummi Hadyah Saleh (Umay) meminta kepada basarnas Pusat untuk ikut membantu pencarian tujuh orang ABK yang masih hilang. Ayahnya M Pande Saleh (67) yang merupakan satu dari tujuh orang ABK hingga kini belum ditemukan.

"Kami sekeluarga meminta Basarnas untuk ikut membantu pencarian tujuh korban KM multi prima. Karena saat ini hanya Sar Mataram yang mencari," ujarnya.

"Kemungkinan sudah terbawa arus ke perairan lain, jadi kami harap Basarnas pusat dan Sar daerah Makasar atau Bali bisa juga ikut melakukan pencarian," pintanya.

Ia juga mempertanyakan ke Tim Basarnas, apakah karena cuma 7 korban, hingga dibiarkan dan tidak ikut membantu pencarian.

"Kami juga meminta basarnas pusat mencari bangkai kapalnya. Dugaan kami, kemungkinan bisa jadi korban-korban masih ada di dalam kapal, karena hingga saat ini belum diketemukan satupun," pungkasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Olympic, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur
wwwwww