Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Sering Kebakaran, BPBD Pekanbaru Akui Kekurangan Alat Padamkan

Sering Kebakaran, BPBD Pekanbaru Akui Kekurangan Alat Padamkan
Rabu, 28 November 2018 18:44 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mengakui kekurangan alat masih menjadi kendala dalam tugas memadamkan kasus kebakaran. Menurut Kepala BPBD Kota Pekanbaru Burhan Gurning, alat atau mesin yang mudah diangkat ke lokasi saat ini masih terbatas.

"Kalau kebakaran lahan, kadang kita terkendala sumber air dan sulitnya akses ke lokasi. Kita sampai sekarang cuma punya 4 unit mesin, padahal harusnya tiap kecamatan ada 2 unit," ujarnya.

Sementara itu, tercatat jumlah kebakaran di Kota Pekanbaru selama 2018 ada 263 kasus. Sebagian besar atau sekitar 60 persen adalah kebakaran gedung dan 40 persen lagi kebakaran lahan.

"Ada 163 kasus, dan sekitar 60 persen itu kebakaran di gedung," terangnya.

Tidak hanya mesin, pihaknya juga mengaku masih membutuhkan tambahan kendaraan roda tiga menjangkau lokasi kebakaran gedung yang biasanya dipadati masyarakat, dan anggota.

"Sama dengan kebakaran lahan, kebakaran gedung juga sulit diakses karena pasti banyak orang. Maka itu, kita butuh tambahan kendaraan roda tiga dan petugas, karena satu mobil harusnya ada 6 orang, tapi kita cuma punya 4," jelasnya.

Burhan melanjutkan, masyarakat Pekanbaru juga masih kurang familiar terhadap tabung racun api untuk memadamkan kebakaran di gedung. Padahal tabung api sangat efektif dan efisien untuk digunakan.

"Jika punya tabung api langsung dimatikan. Tapi masyarakat kurang familiar dengan tabung api, kita selalu imbau gunakan tabung api," kata dia. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww