Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Harga Sawit Rendah, Apkasindo Dumai Minta Pemerintah Cari Solusi

Harga Sawit Rendah, Apkasindo Dumai Minta Pemerintah Cari Solusi
Kamis, 29 November 2018 13:31 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Harga kelapa sawit di tingkat petani sangat rendah, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) minta pemerintah untuk mencari solusi.

Sekretaris Apkasindo kota Dumai, Zulfan Ismaini meminta kepada pemerintah Kota Dumai untuk dapat mencari solusi terkait rendahnya harga kelapa sawit di tingkat petani yang mencapai harga Rp300 setiap kilogramnya.

"Kita berharap pemerintah daerah dan juga provinsi dapat mencari solusi terkait rendahnya harga kelapa sawit dengan memanggil seluruh perusahaan yang diawali dengan diskusi bersama asosiasi petani," kata Zulfan Ismaini, Kamis (29/11/2018).

Dikatakannya, dirinya yang ikut dalam tim penetapan harga Tandan Buah Sawit (TBS) yang dibentuk oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau telah menetapkan harga terendah pada Minggu ini senilai Rp 898,05 untuk yang berumur 3 tahun.

"Harga yang telah ditetapkan telah diserahkan kepada Gapki, dimana seluruh perusahaan kelapa sawit tergabung disana," katanya kembali.

Dijelaskan nya juga saat ini yang menyebabkan harga kelapa sawit menjadi rendah dikarenakan biaya yang besar yang harus dikeluarkan hingga mencapai ke PKS, seperti transportasi, Dodos dan juga rendahnya harga pembelian oleh pengepul, serta kwalitas sawit itu sendiri.

"Kelapa sawit dimiliki petani sendiri tidak semuanya mempunyai kwalitas yang rendah, selain itu kondisi jalan rusak mempengaruhi biaya transportasi," katanya mengakhiri. ***

wwwwww