Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir yang Rendam Ribuan Rumah di 8 Kecamatan di Inhu Mulai Surut, Warga Diminta Tetap Waspada

Banjir yang Rendam Ribuan Rumah di 8 Kecamatan di Inhu Mulai Surut, Warga Diminta Tetap Waspada
Jum'at, 30 November 2018 21:43 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Banjir yang merendam ribuan rumah warga di delapan kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, sejak sepekan terakhir. Namun, warga dihimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan datangnya banjir susulan karena intensitas hujan di Kabupaten Inhu dan wilayah hulu Sungai Indragiri masih tinggi.

''Ketinggian air sudah mulai surut, dan hanya tinggal 1 desa di wilayah Kecamatan Kuala Cenaku yang masih terendam banjir,'' ungkap Kepala KPBD (Kantor Penanggulangan Bencana Daerah) Inhu, R Agus Widodo menjawab GoRiau.com, Jumat (30/11/2018) di Pematang Reba.

Dikatakan Widodo, satu desa yang masih terendam air banjir itu adalah Desa Rawa Bangun. Pasalnya, desa tersebut berada pada dataran rendah, dan diatas rawa atau gambut tebal.

Pantauan tim yang berada di posko utama, sebut Widodo, ketinggian air saat ini masih bertahan pada kedalaman 6,25 cm, dan hal itu masih berada pada level aman.

Terkait penanganan korban pasca banjir, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, dan pemerintahan desa.

''Begitu juga dengan kebutuhan air bersih, pihaknya telah bekerjasama dengan PDAM Tirta Indra Rengat, dan telah menyalurkan air bersih pada masing-masing warga yang membutuhkan,'' jelas Widodo. ***

wwwwww