Nelayan Kembali Temukan Jasad Manusia di Perairan Tanjung Medang Rupat Utara

Nelayan Kembali Temukan Jasad Manusia di Perairan Tanjung Medang Rupat Utara
Tim Basarnas menemukan kulit manusia di jaring nelayan Rupat Utara
Jum'at, 30 November 2018 21:58 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Nelayan di perairan Tanjung Medang kembali menemukan mayat di perbatasan Indonesia - Malaysia. Namun setelah dicari, Badan SAR Nasional (Basarnas) KN 213 di Dumai hanya temui kulit manusia di jaring ikan karena saat nelayan memberi tahu jasad tersebut tidak diikat.

Dikatakan Leni Tadika, Kapten KN 218 Basarnas Pekanbaru, pihaknya mendapatkan informasi bahwa nelayan menemui sesosok mayat di Boya 1 di perairan Rupat Utara Pulau Bengkalis yang berbatasan dengan negara Malaysia.

"Karena jarak kita sangat jauh dan laporan masuk pada malam hari, kita meminta kepada nelayan untuk memberi tanda dan juga diikat pada jasad korban," kata Leni Tadika, Jumaat (30/11/2018).

Disebutkannya, sekitar pukul 07.00 WIB pihaknya melakukan pencarian bersama Polairud setempat untuk mencari jasad yang diinformasikan oleh nelayan tersebut.

"Saat itu kita hanya menemukan jaring ikan milik nelayan, dan dijaring tersebut hanya terdapat kulit manusia karena nelayan tersebut tidak mengikat korban," katanya.

Dikatakannya juga, bahwa pihaknya sempat melakukan pencarian korban hingga pukul 16.00 WIB di seputaran informasi yang disampaikan oleh nelayan namun tidak kunjung ditemukan.

Terkait adanya penemuan jasad di perairan Bengkalis pada Jum'at (30/11/2018), Leni mengatakan bahwa bukan jasad yang diinformasikan oleh nelayan.

"Jasad yang ditemukan di perairan Bengkalis tidak mungkin jasad yang sama dengan yang diinformasikan oleh nelayan kepada kita, karena lokasi jasad yang berhasil ditemukan di perairan dalam Bengkalis, sedangkan yang diinformasikan merupakan daerah luar pulau Rupat," katanya menjelaskan.

Disebutkannya juga, pihaknya masih menunggu laporan dari keluarga korban atau pihak yang terkait untuk melakukan pencarian. "Kalau tidak ada laporan penemuan, kita tidak bisa turun," katanya mengakhiri. ***

wwwwww