Home > Berita > Umum

Ternyata Jasad yang Mengapung di Perairan Bengkalis Itu Totalnya 19 Orang, Ini Pengakuan Keluarga Korban

Ternyata Jasad yang Mengapung di Perairan Bengkalis Itu Totalnya 19 Orang, Ini Pengakuan Keluarga Korban
Salah satu korban yang ditemukan tim SAR
Sabtu, 01 Desember 2018 15:10 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Penemuan beberapa mayat yang mengapung di sepanjang perairan Bengkalis, Riau, mulai dari Pulau Rupat hingga ke Pambang, mulai terungkap. Keluarga korban mengatakan, mereka merupakan korban speedboad pancung (speedboad kecil dan pipih) yang karam di Selat Melaka.

Salah satu keluarga korban, Anto menyebutkan, jasad perempuan yang dijumpai mengapung di perairan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau itu merupakan adiknya yang bernama Mimi berusia sekitar 32 tahun.

Pria tersebut menghubungi GoRiau.com melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (1/12/2018). Ia meengaku, bahwa adik perempuannya berangkat berdua bersama Ica (6) yang merupakan anak dari Mimi. Mereka  berdua berangkat dari Malaka, Malaysia dengan tujuan pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Indonesia melalui jalur ilegal.

''Mimi sudah dikuburkan di Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tadi pagi, namun anaknya yang bernama Ica sampai saat ini belum ada kabar,'' kata Anto yang saat ini berada di Malaysia, Sabtu (1/12/2018).

Dikatakannya, Mimi bersama Ica berangkat ke Indonesia pada Rabu (21/11/2018) pukul 12.00 malam, waktu Malaysia bersama dengan 17 orang lainnya dengan cara ilegal.

''Saya sempat menghubunginya sekitar pukul 10.30 malam waktu Malaysia. Mimi mengatakan dia berangkat dengan menggunakan speed pancung, dimana jumlah penumpangnya sebanyak 19 orang, termasuk mereka berdua,'' katanya kembali.

Dijelaskannya juga, pada Kamis (22/11/2018) pagi, dirinya kembali menghubungi Mimi, namun telepon selulernya tidak aktif, hingga jasadnya dijumpai pada Kamis (29/11/2018).

''Saya sempat mencari informasi kapal tenggelam melalui pihak terkait di Malaka, Malaysia, namun tidak ada informasi mengenai adik saya, yang ada infonya kapal pemancing resmi yang tenggelam,'' katanya menjelaskan.

Dirinya juga berharap kepada instansi terkait di Indonesia, dapat mencari dan menemui jasad anak adiknya tersebut dalam kondisi apapun.

''Saya disini dalam keadaan susah, sehingga tidak bisa pulang ke Indonesia untuk membuat laporan orang hilang. Dan saya sangat berharap polisi Indonesia dan tim SAR dapat mencari anak adik dan penumpang lainnya,'' katanya mengakhiri.

Informasi yang diperoleh GoRiau.com, kondisi cuaca pada waktu kejadian hujan dan berangin kencang. Diduga, jika dihembas gelombang, 19 penumpang tersebut diperkirakan tidak ada yang selamat. ***

Kategori:Umum, Riau, Peristiwa
wwwwww