Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
20 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
2
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
11 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
3
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
18 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
4
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
17 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tiket Pesawat Mahal dan Susah Didapat Sumbang Inflasi untuk Riau

Tiket Pesawat Mahal dan Susah Didapat Sumbang Inflasi untuk Riau
Senin, 03 Desember 2018 13:22 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pada November 2018, Provinsi Riau mengalami inflasi 0,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,38. Tercatat, inflasi tahun kalender Januari - November 2018 sebesar 2,21 persen dan inflasi Year on Year pada November 2018 terhadap November 2017 sebesar 2,72 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, bahwa dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,42 persen, Dumai 0,70 persen, sedangkan Tembilahan inflasi 0,80 persen.

Adapun komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain, angkutan udara, bawang merah, beras, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras, bayam, tarif rumah sakit, telur ayam ras, udang basah dan lain-lain.

Ia merincikan, inflasi Riau November 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,07 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,82 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,79 persen.

Kemudian, kelompok sandang sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen.

"Angkutan udara memang menjadi penyumbang inflasi karena memang ada peningkatan harga jelang akhir tahun ini. Tiketnya pun susah didapat karena sudah banyak dibooking. Harganya juga menjadi mahal, ini pun sebentar lagi libur Natal dan tahun baru. Pasti hanya yang berpergian ke luar kota," kata Aden di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Sedangkan, satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

"Komoditas yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah, daging sapi, minyak goreng, buah anggur, ayam hidup, cabai rawit, dan lain-lain," tuturnya. ***


wwwwww