Tiket Pesawat Mahal dan Susah Didapat Sumbang Inflasi untuk Riau

Tiket Pesawat Mahal dan Susah Didapat Sumbang Inflasi untuk Riau
Senin, 03 Desember 2018 13:22 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pada November 2018, Provinsi Riau mengalami inflasi 0,49 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 136,38. Tercatat, inflasi tahun kalender Januari - November 2018 sebesar 2,21 persen dan inflasi Year on Year pada November 2018 terhadap November 2017 sebesar 2,72 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan, bahwa dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yakni Pekanbaru 0,42 persen, Dumai 0,70 persen, sedangkan Tembilahan inflasi 0,80 persen.

Adapun komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain, angkutan udara, bawang merah, beras, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras, bayam, tarif rumah sakit, telur ayam ras, udang basah dan lain-lain.

Ia merincikan, inflasi Riau November 2018 terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,07 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,82 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,79 persen.

Kemudian, kelompok sandang sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen.

"Angkutan udara memang menjadi penyumbang inflasi karena memang ada peningkatan harga jelang akhir tahun ini. Tiketnya pun susah didapat karena sudah banyak dibooking. Harganya juga menjadi mahal, ini pun sebentar lagi libur Natal dan tahun baru. Pasti hanya yang berpergian ke luar kota," kata Aden di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Sedangkan, satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

"Komoditas yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah, daging sapi, minyak goreng, buah anggur, ayam hidup, cabai rawit, dan lain-lain," tuturnya. ***

wwwwww